Terungkap, Ini Alasan Pekerja Tak Dapat BSU Rp600.000 Meski Gaji Rp3,5 Juta per Bulan

Jumat, 7 Oktober 2022 09:49 Reporter : Siti Ayu Rachma
Terungkap, Ini Alasan Pekerja Tak Dapat BSU Rp600.000 Meski Gaji Rp3,5 Juta per Bulan Industri. bahanbakar.com

Merdeka.com - Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp600.000 per pekerja secara nasional sudah tersalurkan kepada 8.168.987 orang atau 63,60 persen dari target yang ditetapkan.

Rinciannya, untuk penerima tahap I sebanyak 4.112.052 orang, penerima tahap II sebanyak 1.607.776 orang, penerima tahap III sebanyak 1.357.722 orang, dan penerima tahap IV sebanyak 1.091.437 orang.

BSU disalurkan kepada pekerja/buruh yang memenuhi ketentuan persyaratan dari Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 10 tahun 2022.

Kendati demikian Anda perlu mengetahui cara pemerintah supaya bantuan menjangkau masyarakat lebih luas.

Dikutip dari akun instagram @Kemnaker, Jumat (7/10), walaupun pekerja/buruh memenuhi persyaratan dan ketentuan yakni Upah Minimum (UMP) Rp3,5 juta dan memiliki BPJS Ketenagakerjaan, sebelum menyalurkan BSU Kementerian Ketenagakerjaan melakukan pemadanan data dari data Bantuan Langsung Tunai (BLT) bahan bakar minyak di Kementerian Sosial.

Jangan sampai penerima BSU Rp600.000 telah menerima bantuan lain seperti BLT BBM.

"Nah ini yang kita hindari jangan sampai masyarakat dapat BSU ataupun BLT BBM, Jadi double. Makanya selalu kita padankan begitu sebelum kita salurkan," ujar akun @Kemanker.

Sebagai informasi, untuk BSU yang sudah tersalurkan di Provinsi Sumatera Barat sebanyak 103.675 orang (60,81 persen), dengan rincian untuk penerima tahap I sebanyak 38.644 orang, penerima tahap II sebanyak 23.758 orang, penerima tahap III sebanyak 26.918 orang, dan penerima tahap IV sebanyak 14.355 orang.

Sementara khusus untuk BSU yang sudah tersalurkan ke penerima yang ada di Kota Padang sebanyak 40.162 orang (71,90 persen), dengan rincian untuk penerima tahap I sebanyak 18.966 orang, penerima tahap II sebanyak 9.502 orang, penerima tahap III sebanyak 8.972 orang, penerima tahap IV sebanyak 2.722 orang.

2 dari 2 halaman

Beda BSU dengan BLT BBM

Bantuan Subsidi Upah (BSU) sudah disalurkan mulai dari tahap pertama hingga tahap keempat kepada para pekerja/buruh yang memenuhi ketentuan persyaratan dari Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 10 tahun 2022.

Adapun rincian BSU tahun 2022 pada tahap pertama BSU 4.112.052 pekerja, kemudian tahap kedua sebanyak 1.607.776 pekerja, dan tahap ketiga 1.375.772 penerima. Serta tahap keempat yakni 1,2 juta penerima.

Kendati demikian, masyarakat Indonesia ternyata masih ada yang belum mengetahui perbedaan dari Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM dan BSU 2022. Dua program tersebut sangatlah berbeda.

Dikutip dari akun instagram @Kemanker, Rabu (5/10) untuk BLT BBM diambil dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos untuk masyarakat yang memiliki ekonomi sulit. Termasuk di dalamnya yakni pemilik Program Keluarga Harapan (PKH) yang disalurkan kepada 24,6 juta penerima manfaat.

Sedangkan untuk BSU 2022 sendiri adalah program dari pemerintah untuk mengurangi dampak kepada para pekerja/buruh akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang naik pada awal September 2022 lalu.

"Pertama untuk blt bbm ini basisi nya dari data DTKS yang ada kemensos, desil 1 dan 2 untuk masyarakat untuk ekonomi yang agak, termasuk di dalamnya keluarga program penerimaan harapan. Diluar itu maka muncullah bsu untuk masyarakat yang sudah bekerja sebanyak 16,2 juta orang target yang memenuhi syarat. Kemudian disaring menjadi 14,6 jutaan yang memenuhi syarat itu yang menjadi target BSU," dikutip dari @Kemanker, Rabu (5/10). [idr]

Baca juga:
Bantuan Subsidi Upah Rp600.000 Sudah Disalurkan ke 8,1 Juta Pekerja
Nomor HP Akun Siap Kerja untuk Terima BSU Rp600.000 Sudah Tak Aktif, Begini Solusinya
Jangan Sampai Salah, Ini Beda BLT BBM dan BSU 2022
Lupa Password Akun Siap Kerja untuk Cek Penerima BSU, Begini Cara Resetnya
Pekerja Informal Bisa Dapat BSU, Ini Penjelasannya

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini