Tertekan Naiknya Imbal Hasil Surat Utang AS, Rupiah Melemah ke Rp14.565 per USD

Rabu, 31 Maret 2021 10:35 Reporter : Siti Nur Azzura
Tertekan Naiknya Imbal Hasil Surat Utang AS, Rupiah Melemah ke Rp14.565 per USD Rupiah. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah di perdagangan hari ini, Rabu (31/3). Rupiah dibuka di Rp 14.485 per USD, melemah tipis dibanding penutupan di perdagangan sebelumnya di Rp14.480 per USD.

Mengutip data Bloomberg, Rupiah masih melanjutkan pelemahannya hingga ke posisi Rp14.558 per USD. Kemudian, Rupiah bergerak stagnan meski masih melemah, dan saat ini Rupiah berada di Rp14.565 per USD.

Analis Samuel Sekuritas, Ahmad Mikail mengatakan, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta tertekan naiknya imbal hasil (yield) surat utang atau obligasi Amerika Serikat. "Rupiah kemungkinan tertekan sentimen kenaikan yield US treasury dan indeks dolar. Sementara itu inflasi Maret yang diperkirakan tetap rendah sebesar 1,36 persen (yoy), akan membatasi nilai tukar rupiah," kata Mikail dalam kajiannya di Jakarta, dikutip Antara, Rabu (31/3).

Kenaikan imbal hasil obligasi AS didorong naiknya data CB Consumer confidence AS Maret sebesar 109,7, lebih tinggi dibandingkan ekspektasi sebesar 96,5. Data tersebut menunjukan semakin baiknya ekspektasi konsumen di AS atas ekonomi negara tersebut.

"Data CB Consumer confidence AS Maret juga mengindikasikan akan naiknya konsumsi masyarakat AS dan mendorong laju inflasi," imbuhnya.

Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun kemungkinan stabil di level 1,75 persen. Setelah naik tajam di atas 1,77 persen, imbal hasil obligasi AS kemungkinan akan melanjutkan koreksi dengan menariknya level imbal hasil obligasi tersebut bagi investor asing di tengah kekhawatiran gagal bayar atau default kredit beberapa bank besar di AS.

Sementara indeks dolar kemungkinan menguat ke level 93,5 hari ini di tengah kekhawatiran kembali meningkatnya kasus COVID-19 harian di AS dan negara-negara di Eropa. Nilai tukar rupiah terhadap dolar dengan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) diperkirakan melemah ke level Rp14.550 per USD.

"Dollar menjadi alternatif pilihan di tengah ketidakpastian tersebut. Yield US treasury yang kembali naik juga memperkuat dolar terhadap mata uang utama dunia lainya," tandasnya. [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini