Ternyata, Presiden Wanita Miliki Respons Terbaik Tangani Virus Corona

Sabtu, 2 Mei 2020 04:00 Reporter : Sulaeman
Ternyata, Presiden Wanita Miliki Respons Terbaik Tangani Virus Corona Angela Merkel buka bersama muslim Jerman. ©AFP PHOTO/POOL/STEFFI LOOS

Merdeka.com - Di tengah pandemi virus corona, sejumlah pemimpin negara wanita memukau dunia dengan kepiawaian memimpinnya. Sejumlah negara dengan presiden wanita tercatat memiliki respons terbaik sehingga mampu meminimalisir dampak virus corona ke warga negaranya.

Sebut saja Islandia, Taiwan, Jerman hingga ke Selandia Baru. Para pemimpin wanita ini beraksi untuk menunjukkan kepada dunia bagaimana bertindak mengantisipasi wabah ini untuk keselamatan umat manusia.

Seperti dilansir dari Forbes, inilah apa yang bisa kita pelajari dari mereka. Ketegasan dan keterbukaan menjadi sejumlah faktor diantaranya.

Seperti Kanselir Jerman, Angela Merkel, yang menjadi salah seorang paling awal mengumumkan pada warganya bahwa wabah corona ini merupakan ancaman serius yang dapat menginfeksi hingga 70 persen penduduk Jerman. "Ini serius, tanggapi dengan serius," kata Angela.

Hasilnya, jumlah pasien corona di Jerman jauh di bawah negara lain di Eropa. Imbasnya, Jerman bisa segera melakukan penghapusan penguncian wilayah atau lockdown lebih awal ketimbang negara lainnya di Eropa.

Cerita lain datang dari Taiwan. Di mana, Presiden Tsai Ing-wen menjadi diantara yang pertama dan tercepat merespons pandemi virus corona. Pada Januari, ketika mulai muncul berita wabah penyakit baru, Taiwan segera memperkenalkan 124 strategi kebijakan tanpa memberlakukan lockdown.

Bahkan, saat ini Taiwan bisa mengirim bantuan 10 juta masker wajah ke AS dan Eropa. Tsai pun dijuluki oleh CNN sebagai 'salah satu pemimpin terbaik dunia' dalam merespons pandemi ini di bawah kendali, sehingga dilaporkan hanya terdapat enam kematian di Taiwan.

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, menjadi salah satu yang segera menerapkan lockdown atau karantina wilayah paling awal. Walau saat diumumkan baru 6 kasus kematian akibat corona di dunia, dia melarang warga asing masuk Selandia Baru. Dia mengharuskan karantina mandiri kepada siapapun yang baru memasuki wilayah Selandia Baru.

Langkah ini menyelamatkan warga Selandia Baru dari badai corona. Sehingga pada pertengahan bulan April dilaporkan hanya terdapat empat kasus kematian. Saat negara lain membicarakan untuk menghapuskan lockdown, Ardern justru makin memperketatnya saat ini.

Baca Selanjutnya: Manfaatkan Teknologi...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini