Terminal Bus Bakal Dilengkapi Mal Hingga Hotel

Jumat, 8 November 2019 15:05 Reporter : Merdeka
Terminal Bus Bakal Dilengkapi Mal Hingga Hotel Kemenhub Bakal Ubah Terminal jadi Lebih Modern. ©2019 Liputan6.com/Athika Rahma

Merdeka.com - Kementerian Perhubungan akan mengubah terminal bus yang saat ini dikenal sepi dan kumuh menjadi lebih modern dengan beragam fasilitas modern. Nantinya, terminal bus akan menjadi captive market, di mana pengunjung yang datang tidak hanya transit dan naik bus saja.

"Selama ini kan orang malas ke terminal, ada apa di terminal? Makanya akan diubah di sana dibangun perkantoran, mall, hotel jadi nanti yang datang mau kerja, ke mall, dan lainnya," ujar Direktur Prasarana Transportasi Darat Risal Wasal di Kantor Kementerian Perhubungan di Jakarta, Jumat (8/11).

Awalnya, keberadaan terminal memang sedikit tertinggal karena kalah bersaing dengan kendaraan ojek online. Namun, pembangunan tol yang jor-joran saat ini dinilai membangkitkan kembali gairah transportasi darat termasuk bus.

Risal menjelaskan, untuk mendukung hal tersebut, akses publik menuju terminal juga harus diperbaiki. Ini bisa diwujudkan dengan koordinasi pemerintah daerah untuk tata kelola ulang sistem transportasi wilayah.

Selain itu, agen-agen tiket nanti akan dilatih di bidang hospitality-nya, seperti menerima dan mengantarkan penumpang, menjelaskan tata tertib dan lainnya. "Seperti pramugari jadinya. Jadi penumpang merasa dilayani. Kami sudah coba di Solo dan Cirebon untuk melatih agen ini," tutur Risal.

1 dari 2 halaman

Revitalisasi 38 Terminal Bus

Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi mengatakan, Kemenhub akan merevitalisasi 38 terminal bus Tipe A pada tahun 2020 mendatang. Rencana tersebut dinilai sebagai upaya pemerintah memperbaiki kualitas arus mudik 2020.

Menurutnya, perbaikan terminal sesuai dengan instruksi dari Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Pada tahun depan, terminal-terminal ditargetkan harus setara kualitasnya dengan Bandara.

"Yang disampaikan Pak Menteri singkat jelas dan padat begitu, Pak Menteri minta tahun depan terminal harus sama dengan bandara" tuturnya di Jakarta, Rabu (19/6).

Budi melanjutkan, pekerjaan rumah pemerintah untuk merealisasikan target itu antara lain dengan memperbaiki kualitas hingga sumber daya manusia (SDM) setingkat pelayanan di Bandara.

"Kita harus mencari tahu juga, bandara itu bagaimana sih level of servicenya, seperti apa kemudian performancenya, SDM dan sebagainya," ucapnya.

2 dari 2 halaman

Hilangkan Stigma Buruk

Budi melanjutkan, selama ini wajah terminal yang ada di beberapa kota amatlah buruk di mata masyarakat. Kondisi yang kumuh hingga tingkat kejahatan yang masih tinggi menjadi perhatian khusus bagi masyarakat dan juga pemerintah.

"Saya coba melihat 1 tahun terakhir ini bagaimana kondisi terminal kita. Sebetulnya kita sebagai bagian bangsa Indonesia harusnya merasa malu. Kenapa terminal seperti itu kondisinya?," katanya dalam acara investor gathering di Jakarta, Rabu (31/7).

Dengan stigma buruk yang ada di masyarakat mengenai terminal maka perlu ada suatu perubahan. Sebab dengan wajah baru, atau penataan ulang terminal maka diharapkan akan semakin lebih baik ke depan.

"Kita sudah memulai di Terminal Tirtonadi, Solo, untuk membuat bagaimana pedagang-pedagang di sana bisa kita tingkatkan kapasitasnya," katanya.

Budi menambahkan sejauh ini terdapat 128 terminal bus tipe A di seluruh Indonesia. Namun kondisinya masih memperhatikan sehingga dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan penataan atau pembangunan kembali sekitar 40 terminal tipe A.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com [azz]

Baca juga:
Presiden Jokowi Minta Pembangunan Infrastruktur Tak Banyak Gunakan Produk Impor
BI Ungkap Alasan Vitalnya Swasta dalam Pembangunan Infrastruktur 5 Tahun Mendatang
Dinas Bina Marga DKI: JPO Tanpa Atap Hanya Ada di Tengah Kota
Saat Presiden Jokowi Sentil Perusahaan BUMN
Perebutan Stadion Andi Mattalatta, YOSS Gugat Pemprov Sulsel ke PTUN
Menteri ESDM Mulai Benahi Proyek Energi Terbarukan Mangkrak

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini