Terkendala data, masyarakat masih enggan manfaatkan lembaga keuangan

Rabu, 14 Februari 2018 12:12 Reporter : Idris Rusadi Putra
Darmin Nasution. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengakui bahwa masyarakat masih enggan memanfaatkan lembaga keuangan untuk pinjaman di tengah usaha pemerintah mengembangkan inklusi keuangan. Padahal pemerintah bercita-cita mewujudkan revolusi industri keempat atau 4.0 yang berbasis digital di Indonesia.

"Yang ingin saya garis bawahi dalam diskusi ini adalah jangan lupa bahwa masyarakat kita, kalau bicara inklusif itu mungkin meminjam pun dia masih ragu-ragu. Kalau bisa jangan minjam lah. Padahal kita lagi masuk ke industri 4.0," ujar Darmin dalam diskusi Inklusi Keuangan di Kantornya, Jakarta, Rabu (14/2).

Untuk itu, Darmin mengatakan, pihaknya tengah mengkaji peran agregator atau pengumpul yang dapat mengarahkan masyarakat lebih aktif menggunakan lembaga keuangan. Sehingga nantinya masyarakat dapat mengetahui lebih luas mengenai pemanfaatan inklusi keuangan.

"Kalau diperdagangan konvensional kita perlu pengumpul untuk membuka akses kepada masyarakat, terbanyak kita ikut di dinamika perdagangan. Mau beras, karet pasti ada pengumpul. Jangan-jangan dibidang ini kita juga butuh pengumpul supaya ada yang mengajak masyarakat ikut. Kalau enggak, jangan kaget kita tidak bisa cepat masuk ke area itu," jelasnya.

Darmin menambahkan, faktor lain yang menjadi penghambat dalam mewujudkan inklusi keuangan adalah regulasi terkait kelengkapan data. Hal ini seringkali menjadi persoalan besar yang dihadapi oleh pelaku financial tehnologi atau fintech.

"Kita juga paham bahwa orang fintech yang paling menghadapi persoalan ini. Bagaimana regulasinya? Terlalu ketat, mengekang inovasi, terlalu lose bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang wanprestasi. Salah satu kekurangan kita adalah soal data." [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini