Terdampak Tumpahan Minyak Pertamina, 8.000 Nelayan Pesisir Utara Karawang Dirugikan

Jumat, 9 Agustus 2019 11:48 Reporter : Bram Salam
Terdampak Tumpahan Minyak Pertamina, 8.000 Nelayan Pesisir Utara Karawang Dirugikan Nelayan Karawang jadi korban tumpahan minyak Pertamina. ©2019 Merdeka.com/Bram Salam

Merdeka.com - Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Karawang memprediksi dampak tumpahan minyak Pertamina mengakibatkan masyarakat nelayan dan petani tambak yang mengandalkan sirkulasi air laut mengalami kerugian akibat terhentinya usaha yang menjadi pencaharian sehari-hari. Dari data di lapangan, hampir sekitar 8.000 nelayan pesisir utara Karawang terdampak pencemaran tumpahan minyak pertamina.

"Sejak terjadi kebocoran kilang minyak Pertamina, hingga kini ada sekitar 8.000 an warga pesisir pantai terdampak tumpahan minyak," kata Kepala Dina Kelautan dan Perikanan Kabupaten Karawang, Hendro Subroto, Jum'at (9/8).

Dari ribuan warga nelayan, kata Hendro, dampak juga dirasakan sekitar 900 an petani tambak ikan sepanjang pesisir pantai yang tersebar di 10 desa dengan luasan sekitar 5.000 hektaran. "Selain nelayan tradisional yang berhenti beropersi juga petani tambak ikan juga mengalami kerugian akibat menghentikan sirkulasi air laut yang tercemar tumpahan oil spill," katanya.

Belum lagi, lanjut Hendro, tumpahan minyak Pertamina juga mengakibatkan masyarakat pengolah garam tidak lagi beroperasi karena bahan baku air laut sebagai bahan utama terkontaminasi tumpahan minyak. Ada sekitar 108,2 hektare tambak garam milik 64 petambak di 3 desa. Akibatnya, 726,28 ton produksi garam terancam. "Petani garam secara langsung terdampak karena bahan bakunya sudah terkontaminasi tumpahan limbah B3," jelasnya. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini