Terbitkan saham baru, Adhi Karya kantongi dana segar Rp 2,7 T

Selasa, 22 September 2015 17:34 Reporter : Saugy Riyandi
Terbitkan saham baru, Adhi Karya kantongi dana segar Rp 2,7 T uang. shutterstock

Merdeka.com - PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) bakal mengantongi dana segar atau penambahan modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan melalui Penawaran Umum Terbatas (PUT) I sebanyak 1,759 miliar saham. Harga pelaksanaan yang disahkan perseroan dalam PUT I ini mencapai Rp 1.560 per saham.

Keputusan tersebut didapat dari hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar hari ini. Dari hasil penerbitan saham baru tersebut, perseroan bisa mendapatkan tambahan modal sebesar Rp 2,74 triliun.

"Harga segitu Rp 1.560 per saham. Ada pricing, yang menentukan underwriter. Harga awal tidak segitu mencapai Rp 1.800 per saham, tapi suara mufakat pemegang secara keseluruhan harganya jadi Rp 1.560 per saham," ujar Direktur Utama Adhi Karya Kiswodarmawan, di kantornya, Jakarta, Selasa (22/9).

Menurut dia, dana right issue setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan untuk membiaya sebagian proyek transportasi massal berbasis rel, beserta stasiun dan properti pendukungnya dengan konsep Transit Oriented Development, termasuk fasilitas park and ride.

"Dalam RUPSLB kami, pemegang saham memberikan Kuasa penuh kepada Direksi untuk melaksanakan PUT I," kata dia.

Sebagai informasi, awalnya perseroan berencana menerbitkan sebanyak 1,81 miliar saham baru ke publik atau 50,2 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah PUT.

Namun, berdasarkan prospektus yang baru dirilis, perseroan mengubahnya menjadi sekitar 1,75 miliar saham baru yang akan diterbitkan atau 49,4 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah PUT I dengan nominal Rp 100 setiap saham. Artinya, perseroan dapat mengantongi dana segar mencapai Rp 2,7 triliun dari hasil right issue.

Setiap pemegang Rp 1.250 per saham lama yang namanya tercatat pada 5 Oktober 2015 berhak memperoleh 1.221 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD), di mana setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak satu saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 1.560 setiap saham, yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pelaksanaan HMETD.

Jumlah HMETD yang menjadi hak Pemerintah Republik Indonesia sebanyak 897.366.624. Rencananya Pemerintah RI akan mengambil right issue ADHI melalui Penanaman Modal Negara (PNM) sebesar Rp 1,39 triliun.

Jika Saham Baru ini tidak seluruhnya diambil oleh pemegang HMETD, maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang HMETD lainnya yang melakukan pemesanan lebih dari haknya. Apabila setelah alokasi tersebut masih terdapat sisa saham baru yang belum dilaksanakan, maka sesuai perjanjian pembelian sisa saham, seluruh sisa saham baru yang tersisa tersebut akan diserap oleh pembeli siaga.

Langkah right issue yang dijalankan Adhi Karya, PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas akan bertindak sebagai Pembeli Siaga. Dengan porsi masing-masing sebanyak-banyaknya sebesar 287,38 juta saham, dengan jumlah dana yang disiapkan sebanyak-banyaknya sebesar Rp448,32 miliar.

Adapun pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya untuk membeli saham baru yang ditawarkan dalam PUT I ini sesuai dengan HMETD-nya akan mengalami penurunan persentase kepemilikan saham atau terdilusi atas kepemilikan sahamnya di Adhi Karya hingga 49,4 persen.

Adapun dana hasil right issue ini direncanakan untuk proyek transportasi masal berbasis rel kereta beserta stasiun dan properti pendukungnya. Hal ini mendukung keinginan pemerintah dalam menyediakan Kereta Api Ringan atau Light Rail Transit (LRT) terintegrasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.

Pembangunan proyek LRT beserta properti pendukungnya yang akan di bangun dengan konsep transit oriented development akan dilakukan secara bertahap. Pembangunan tahap awal proyek LRT sebesar Rp9,9 triliun yang akan dibiayai dari dana hasil PUT I dan pinjaman dari bank. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini