Tepatkah keinginan Jokowi ada jurusan toko online di pendidikan Indonesia?

Jumat, 22 September 2017 06:00 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Tepatkah keinginan Jokowi ada jurusan toko online di pendidikan Indonesia? Presiden Jokowi berkunjung ke markas Alibaba Group di China. ©Wei Zhiyang/Zhejiang Daily/chinadaily.com.cn

Merdeka.com - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pemerintah saat ini tengah mendorong perubahan tata niaga dari offline ke online. Presiden Jokowi mengatakan, jika tidak segera melakukan transisi ini, maka Indonesia akan kembali tertinggal dengan negara lain.

Maka dari itu, jajarannya diminta untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM). Salah satunya dengan membuka jurusan ekonomi digital di SMK dan universitas.

"Kenapa sering saya nyinggung SMK, universitas, perguruan tinggi itu harus memiliki jurusan misalnya jurusan toko online. Kenapa tidak. Atau jurusan logistik, jurusan retail management online, jurusan animasi. Ini memang transisi perubahan yang harus cepat kita ikuti," jelas Presiden Jokowi.

Perhatian Presiden Jokowi ini sejalan dengan bos Alibaba, Jack Ma. Ma menilai pemerintah dunia saat ini harus mewaspadai kehadiran robot di industri manufaktur. Sebab, robot akan menggantikan SDM demi efisiensi.

"Dalam 200 tahun terakhir, industri manufaktur menjadi motor penciptaan lapangan kerja. Namun, hari ini tidak lagi, karena hadirnya robot," ujar Ma seperti dilansir dari CNN Money, Kamis (21/9).

Ma meyakini industri jasa akan menjadi motor penciptaan lapangan kerja di masa depan. Salah satunya e-commerce atau jual beli online. Namun, perkembangan industri jasa bukan tanpa masalah.

Ma menilai sistem pendidikan saat ini tidak memfasilitasi SDM untuk masuk dalam industri jasa. "Sistem pendidikan saat ini akan membuat anak muda tak mendapat kerja 30 tahun lagi," tuturnya.

Solusinya, menurut Ma, bagaimana menjaga SDM untuk bisa mengembangkan imajinasinya. "Kita harus ajarkan anak-anak untuk inovatif dan kreatif. Ketika suatu teknologi muncul maka dia akan menghancurkan banyak mata pencaharian. Namun, di sisi lain, teknologi juga menciptakan lapangan kerja baru. Pertanyaannya apakah anak-anak kita siap menerima perubahan?." [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini