Jokowi dan Mari Elka Diskusi Soal Ekonomi RI

Selasa, 11 Februari 2020 15:28 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Jokowi dan Mari Elka Diskusi Soal Ekonomi RI Mari Elka Pangestu. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktur Pelaksana, Kebijakan dan Kemitraan Pembangunan Bank Dunia, Mari Elka Pangestu menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan Bogor. Kunjungan ini untuk membahas beberapa hal, salah satunya penyampaian terima kasih Mari Elka kepada Jokowi karena telah direkomendasikan untuk masuk ke Bank Dunia.

"Tentunya saya datang untuk menyampaikan terima kasih bahwa Presiden telah menominasi nama saya untuk posisi direktur pelaksana bank dunia," kata Mari Elka di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (11/2).

Selain itu, Jokowi berharap Mari Elka secara reguler bisa memberikan update tentang ekonomi dunia saat ini. "Ini tentunya banyak isu dan banyak tantangan sehingga beliau bisa selalu terupdate mengenai situasi di luar," ucapnya.

Menurutnya, salah satu yang menjadi sorotan adalah isu virus corona yang mempengaruhi perekonomian dunia, termasuk Indonesia. Dia menjelaskan, jika China mengalami penurunan ekonomi, maka Indonesia bisa terkena imbasnya.

1 dari 1 halaman

Ekonomi RI Bisa Terkoreksi 0,29 Persen

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengakui, virus corona menjadi tantangan utama Indonesia dalam mengawali tahun. Bahkan, adanya virus ini diperkirakan akan berdampak terhadap ekonomi Indonesia hingga 0,29 persen.

"Konsensus mengatakan virus corona bisa mempengaruhi perekonomian kita sebesar 0,1 persen hingga 0,29 persen," ujarnya di Jakarta, Rabu (5/2).

Dia mengatakan, pengaruh virus corona cukup besar terhadap ekonomi RI dikarenakan hubungan perdagangan dan pariwisata antara kedua negara cukup erat. Tak hanya itu, ekonomi China juga akan terkoreksi hingga mencapai 2 persen.

Sebelumnya, Airlangga memperkirakan industri farmasi akan terdampak virus corona, mengingat beberapa komponen bahan baku masih berasal dari China. Namun, dia memastikan bahwa industri manufaktur tidak terdampak besar. Sebab, bahan baku yang biasa digunakan Indonesia untuk industri otomotif bukan berasal dari negeri Tirai Bambu.

Meski begitu, pemerintah akan terus memonitor perkembangan rantai pasok lainnya yang kemungkinan akan terdampak. Mengingat, beberapa industri di China tidak beroperasi sehingga mereka secara otomatis menghentikan produksinya. [azz]

Baca juga:
Pertumbuhan Ekonomi Papua Merosot, Sri Mulyani Evaluasi Efektivitas Dana Otsus
KSP Soal Pertumbuhan Ekonomi: Tak Capai Target Bukan Berarti Jokowi Ingkar Janji
Kadin Pertanyakan Pertumbuhan Industri Manufaktur Menurun di 2019
Virus Corona Mulai Pukul Pasar Keuangan Global, Bagaimana Nasib Indonesia?
Dipicu Harga Cabai dan Bawang, Inflasi Awal Pekan Februari 0,23 Persen
Indef Sebut Kelas Menengah di Indonesia Masih Ketergantungan Impor

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini