Temuan Ombudsman, Ada Diskriminasi di Penerimaan CPNS

Rabu, 20 November 2019 14:54 Reporter : Tri Yuniwati Lestari
Temuan Ombudsman, Ada Diskriminasi di Penerimaan CPNS Komisioner Ombudsman Ninik Rahayu. ©2019 Liputan6.com

Merdeka.com - Koordinator Pengampu Bidang Resolusi dan Monitoring Ombudsman, Ninik Rahayu, menemukan adanya diskriminasi gender pada penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS). Saat ini, pemerintah tengah membuka pendaftaran CPNS sejak 11 November 2019.

"Kalau misalnya Kemenhan tidak terima perempuan hamil. Apakah kekhususan kemampuan reproduksi perempuan itu dijadikan dasar untuk menghambat seseorang untuk bisa bekerja," ucap Ninik di acara Ngopi Bareng Ombudsman, di Gedung Ombudsman, Jakarta Selatan, Rabu (20/11).

Ninik menganggap bila di dalam pelaksanaan tes ada kekhawatiran menyebabkan gugurnya janin, perlu adanya pertimbangan tes dengan cara yang berbeda khusus untuk perempuan hamil.

"Ini kan, hamil menyusui melahirkan, itu kan hal-hal yang sangat reproduktif yang hanya dimiliki perempuan. Bukan untuk didiskriminasi tapi untuk dihormati begitu," sambung Ninik.

Ninik mengatakan formasi perempuan di Kemenhan tidak selalu untuk perang, perempuan bisa ditempatkan di dalam kantor. Dia berharap ini menjadi perhatian dari KemenPAN-RB.

"Memang iya yang semua diterima Kemenhan itu formasinya untuk perang, tidak juga kan? Kalau cuma dia di kantor kan banyak juga perempuan hamil yang duduk di kantor dan itu tidak ada masalah."

"Saya kira perlu mendapatkan perhatian dari Kemenpan RB, jangan sejak awal proses rekrutmen ini dipertontonkan adanya diskriminasi juga jangan pura-pura nanti di front office nya tidak ada diskriminasi, di back office nya tetap dihabisin," tegas Ninik.

Menurut Ninik, KemenPAN-RB perlu memastikan keadilan di seluruh formasi baik pusat maupun kabupaten kota. "Ini yang saya kira KemenPAN-RB harus betul-betul membuat tool yang baik untuk memastikan bahwa orang dengan diskriminasi gender yaitu perempuan, dan termasuk kawan-kawan disabilitas memiliki peluang yang sama. Mengakses yang sama di dalam formasi CPNS yang 197.117 itu pada tahun 2019 ini," tutup Ninik.

1 dari 1 halaman

Ternyata, Pelamar Siluman Bertebaran di Pendaftaran CPNS

Ternyata, tidak hanya desa, saat ini ada juga pendaftar calon pegawai negeri sipil (CPNS) siluman. Badan Kepegawaian Negara (BKN) mendeteksi ada oknum-oknum nakal yang mengerahkan CPNS siluman alias fiktif untuk mendaftar di suatu instansi.

Apa tujuannya? BKN mencurigai ada orang yang ingin membuat formasi CPNS terlihat banyak pelamar. Alhasil, orang-orang lain menjadi ogah mendaftar karena berpikir akan banyak saingan.

Pihak BKN menemukan hal tersebut saat memeriksa dokumen-dokumen pelamar tes CPNS 2018. Saat itu banyak peserta gagal lolos seleksi administrasi karena dokumen yang di-submit tampak asal-asalan.

"Ternyata dulu itu ada orang yang dikerahkan untuk masuk ke dalam salah satu formasi sehingga seolah-olah yang daftar itu banyak. Tujuannya biar kalau di situ sudah banyak, maka (pelamar) mencari yang lain, yang kira-kira pendaftarnya sedikit," jelas Plt. Kabiro Humas BKN Paryono kepada Liputan6.com, Jumat (15/11).

Paryono menjelaskan jika pendaftar formasi terlihat banyak, maka akan ada efek psikologis bagi pelamar lainnya, yakni berupa ragu untuk bersaing di formasi tersebut.

Padahal, pelamar di formasi itu dicurigai banyak peserta CPNS fiktif. Pelamar yang awalnya terlihat banyak pun langsung menjadi sedikit ketika proses seleksi administrasi selesai.

"Dokumen yang diunggah banyak yang tidak sesuai. Mereka sudah submit, tetapi begitu diperiksa itu banyak dokumen yang tidak sesuai begitu diverifikasi, sehingga mereka tidak lolos seleksi administrasi. Wong, dia itu hanya untuk mengacaukan saja," ujar Paryono.

Sekadar informasi, tahun lalu peserta CPNS memang bisa melihat berapa jumlah orang yang sudah melamar di suatu instansi. Untuk menghindari kejadian sama terulang, maka tahun ini jumlah pelamar ke suatu formasi sengaja tidak ditampilkan.

[bim]

Baca juga:
Ombudsman Minta Daerah Ikuti Aturan Soal CPNS Penyandang Disabilitas
Pendaftar CPNS DKI Jakarta Tembus 13 Ribu
Jumlah Pelamar CPNS 2019 Diharapkan Lebih Besar dari 2018
Jokowi Panggil MenPAN-RB Minta Proses Penerimaan CPNS Diperbaiki
Pertanyaan Paling Sering Ditanyakan Pelamar CPNS 2019 Beserta Jawaban Pemerintah
Per 18 November, KemenkumHAM Paling Banyak Diincar Pendaftar CPNS 2019
Tingkat Kesulitan Soal Tes CPNS di Papua dan Jawa akan Berbeda

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini