Tempat Terbuka Kini Tak Perlu Pakai Masker, Pemulihan Ekonomi Bakal Lebih Cepat

Selasa, 17 Mei 2022 20:14 Reporter : Anisyah Al Faqir
Tempat Terbuka Kini Tak Perlu Pakai Masker, Pemulihan Ekonomi Bakal Lebih Cepat Masker. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo secara resmi telah mengizinkan masyarakat untuk tidak menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan atau tempat terbuka. Pelonggaran kebijakan penggunaan masker ini pun dinilai sebagai upaya pemerintah dalam mempercepat proses pemulihan ekonomi.

"Tahapan pelonggaran masker menunjukkan bahwa saat ini fokus pemerintah adalah mempercepat pemulihan mobilitas masyarakat," kata Direktur Center of Economics and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira kepada merdeka.com, Jakarta, Selasa (17/5).

Dia menuturkan, bila masyarakat mulai beraktivitas di luar rumah secara lebih bebas, maka belanja masyarakat akan naik. Hal ini bisa langsung dirasakan manfaatnya pada sektor ritel dan transportasi.

"Kenaikan permintaan bukan saja pada saat lebaran kemarin tapi akan berlanjut sepanjang sisa tahun 2022," kata dia.

Selama ini pelaku usaha termasuk UMKM sudah menunggu kebijakan pelonggaran seperti pemakaian masker di tempat terbuka. Sebab akan mendorong omset mulai bergerak naik dan akan banyak serap tenaga kerja.

2 dari 2 halaman

Pertumbuhan Sektor Perdagangan

Dengan demikian, kata Bhima proyeksi pertumbuhan sektor perdagangan secara umum diperkirakan 5,5 persen - 6 persen (yoy). Selai itu, sektor transportasi pergudangan diperkirakan bisa tumbuh sebesar 16 persen - 18 persen.

Sementara, sektor perhotelan perlahan akan membaik dengan okupansi kamar. Sekaligus didorong pendapatan dari acara-acara seperti resepsi pernikahan, expo dan rapat atau MICE. Bhima mengatakan pelaku industri kreatif juga diharapkan turut bergembira, karena konser dan pertunjukkan mulai ramai kembali.

"Ini ibarat kemarau 2 tahun dihapus dengan hujan 1 hari. Permintaan secara agregat alami perbaikan," kata dia.

Di sisi lain, pertumbuhan kredit perbankan diperkirakan bisa mencapai 6,9 persen. Sebab salah satu pendorongnya yakni kredit konsumsi yang naik 6 persen sampai 6,5 persen di tahun 2022. Pengusaha pun akan respon dengan naikan kapasitas produksi khususnya di sektor makanan minuman, pakaian jadi dan alas kaki.

[idr]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini