Teknologi dan Pendanaan Kunci Indonesia Turunkan Emisi Karbon

Kamis, 26 Agustus 2021 16:05 Reporter : Merdeka
Teknologi dan Pendanaan Kunci Indonesia Turunkan Emisi Karbon Menkeu Sri Mulyani. ©2020 Youtube.com/KemenkeuRI

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menyoroti, komitmen bersama seluruh negara untuk mengantisipasi ancaman perubahan iklim (climate change) yang tertuang dalam Paris Agreement.

Bendahara Negara mengatakan, suksesnya koalisi dan tujuan bersama ini tergantung pada desain transformasi yang adil dan terjangkau secara pendanaan (affordable) pada masing-masing negara.

"Setiap negara memiliki kapasitas berbeda-beda, makanya harus ada keadilan bagaimana mengikuti komitmen global ini. Dan affordable, karena setiap negara memiliki sumber dana dan teknologi yang berbeda-beda," ujar Menteri Sri Mulyani dalam sesi diskusi virtual, Kamis (26/8).

Menteri Sri Mulyani menyatakan, akses teknologi dan keuangan jadi sangat penting. Khususnya bagi Indonesia, yang kini tengah gencar membangun diri sembari mengusung program ekonomi ramah lingkungan (green economy).

"Karena mitigasi climate change itu hanya bisa menjadi retorika dan tidak menjadi action kalau tidak ada pendanaannya," tegas Menteri Sri Mulyani.

Menurut dia, kerumitan dalam mengantisipasi ancaman perubahan iklim ini muncul karena masing-masing negara punya tanggung jawab berbeda sesuai porsinya. Di satu sisi, dia sadar perubahan iklim merupakan ancaman nyata, dan butuh dukungan dari seluruh negara dunia.

"Namun kita juga paham bahwa setiap negara apakah itu level pembangunannya, apakah itu level income per kapitanya, apakah lokasinya, semuanya memiliki kontribusi yang berbeda-beda untuk tujuan yang sama," serunya.

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

teknologi dan pendanaan kunci indonesia turunkan emisi karbon

Indonesia di dalam Paris Agreement telah menyampaikan, akan menurunkan CO2 dengan upaya sendiri hingga 29 persen. "Namun apabila internasional utamanya yang memiliki akses teknologi dan keuangan akan membantu, maka kita akan bisa menurunkan karbon itu menjadi 41 persen," sambung Menteri Sri Mulyani.

Sebab, ungkap dia, untuk menurunkan emisi karbondioksida pada saat negara itu masih harus terus melakukan pembangunan, pasti dibutuhkan teknologi dan juga akses keuangan.

"Dibutuhkan teknologi hijau, dibutuhkan keuangan yang bisa mendukung transformasi sehingga kegiatan-kegiatan pembangunan tidak memperburuk emisi karbon dioksida," pungkas Menteri Sri Mulyani.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Turunkan Emisi Karbon, Indonesia Fokus Tarik Investasi 5 Sektor ini
IPA: Perlu Keseimbangan Target Produksi Migas dan Penurunan Emisi Karbon
Bos PLN: PLTS Terapung Cirata Kurangi Emisi Karbon 214.000 Ton per Tahun
Penggunaan BBM Berkualitas Bantu Capai Target Perjanjian Paris soal Emisi Gas Buang
Emisi Karbon Ketenagalistrikan Indonesia Terendah di Asia Tenggara
Luhut: Indonesia-AS Kerja Sama Capai Nol Emisi Karbon
Pemprov DKI Tambah Lokasi Parkir Sesuai Uji Emisi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini