Tekan Risiko, BPJS Kesehatan Diminta JK Ikut Upaya Pencegahan Penyakit

Kamis, 17 Januari 2019 12:38 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Tekan Risiko, BPJS Kesehatan Diminta JK Ikut Upaya Pencegahan Penyakit BPJS Kesehatan di Malang. ©2016 merdeka.com/darmadi sasongko

Merdeka.com - Wakil Presiden, Jusuf Kalla, menyatakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial/BPJS Kesehatan jangan hanya fokus untuk membayar biaya pengobatan. Namun, harus aktif juga dalam upaya pencegahan (preventif) penyakit terhadap masyarakat.

"Jadi sebenarnya upaya BPJS yang terbaik ialah bagaimana membantu departemen kesehatan (Kemenkes) untuk pencegahan," kata Wapres JK dalam sebuah seminar bertajuk 'Pembiayaan yang Berkelanjutan untuk Jaminan Kesehatan Nasional', di Kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (17/1).

Jika upaya preventif berhasil, maka dapat dipastikan jumlah masyarakat yang sakit atau terkena penyakit dapat berkurang dan diminimalisir. "Jadi karena tanpa hal tersebut (preventif) sulit kita mendapatkan hasil yang baik," ujarnya.

Dia menjelaskan, salah satu cara preventif yang dapat dilakukan oleh BPJS adalah dengan mensponsori kegiatan-kegiatan olahraga. Di sana, BPJS bisa sambil melakukan kampanye hidup sehat. "Promotif, pencegahan dan promosi lainnya harus jadi bagian utama untuk mengurangi risiko," ujarnya.

Selain itu, Wapres JK juga menekankan pentingnya peranan pemerintah daerah dalam pencegahan penyakit. Dia mengungkapkan, bagi pemda, seharusnya Rumah Sakit yang ramai oleh pasien bukan merupakan tanda sebuah kesuksesan melainkan tanda kegagalan besar.

"Kalau saya datang ke daerah, sering bupati atau gubernur melapor kondisi di Rumah Sakit kita ini hebat. Orang antre mulai jam 5 pagi. Penuh. Merasa itu sukses, padahal itulah kegagalan besar," ujarnya.

"Karena itu saya katakan, sukses anda ialah ketika anda punya Rumah Sakit besar dan pasiennya sepi, itu baru sukses buat pemda. Kalau antrean dari jam 5 pagi itu gagal besar. Berarti selokan tidak bagus, air tergenang ada banyak malaria dan sebagainya. Itulah kegagalan," tutupnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga pernah mengajak masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) agar terbebas dari penyakit, sekaligus menekan pengeluaran BPJS Kesehatan yang semakin besar.

Berdasarkan laporan yang diterimanya, ada empat jenis penyakit yang menyedot pengeluaran anggaran BPJS kesehatan sangat besar. Di antaranya jantung dengan biaya pengeluaran Rp 9,5 triliun, kanker sebesar Rp 3 triliun, ginjal Rp 2,2 triliun dan katarak mencapai Rp 2,6 triliun.

"Dana yang dikeluarkan untuk membiayai penyakit tersebut sangat besar. Dengan program PHBS ini maka bisa menciptakan masyarakat yang sehat dan juga menekan pengeluaran BPJS kesehatan," kata Presiden Jokowi.

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini