KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Tekan efek buruk transportasi, Indonesia dapat dana 14 juta euro

Sabtu, 24 Mei 2014 14:26 Reporter : Nurul Julaikah
Ilustrasi polusi udara. ©Shutterstock.com/ ssuaphotos

Merdeka.com - Indonesia menjadi salah satu negara yang akan mendapatkan pendanaan dari Jerman dan Inggris untuk proyek pengurangan dampak lingkungan yang terjadi karena industri transportasi atau Nationally Appropriate Mitigations Actions (NAMAs) project senilai 14 juta euro sepanjang 2014-2018. Selain Indonesia, negara lain yang mendapatkan bantuan serupa adalah Chili, Kolombia, dan Kosta Rika.

Pendanaan proyek NAMAs dikelola oleh institusi internasional milik Jerman, Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit GmbH (GIZ). Adapun proyek NAMAs Indonesia dilakukan di tiga kota, Manado, Batam, dan Medan.

"Proyek percontohannya Indo SUTRI (Indonesian Sustainable Urban Transport Program)," kata Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono dalam siaran pers terkait pertemuan International Transport Forum (ITF) Annual Summit 2014 di Leipzig, Jerman, Sabtu (24/5). Pertemuan internasional itu berlangsung selama dua hari, 21-23 Mei 2014.

Selain itu, dalam forum internasional tersebut Bambang juga melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Menteri Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi Korea Selatan Hyung Koo Yeo. Pertemuan itu membicarakan ihwal kerja sama pengembangan infrastruktur transportasi terutama perkeretaapian dan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama transportasi.

Adapun kerja sama dapat diwujudkan melalui skema Government to Government, Bussiness to Bussiness, dan Research Institution to Research Institution. [yud]

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.