Tekan Dampak Virus Corona, Garuda Indonesia Pilih Pangkas Rute Dulu Dibanding PHK

Selasa, 10 Maret 2020 09:55 Reporter : Anggun P. Situmorang
Tekan Dampak Virus Corona, Garuda Indonesia Pilih Pangkas Rute Dulu Dibanding PHK Pramugari Garuda Indonesia. Instagram @garuda.indonesia ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Virus Corona telah membuat bisnis penerbangan di seluruh dunia lesu bahkan sampai merumahkan karyawan. Maskapai asal Hong Kong, Cathay Pacific dikabarkan memangkas 40 persen jadwal penerbangannya dan meminta 33.000 karyawannya cuti tanpa dibayar hingga Juni.

Lalu bagaimana dengan maskapai dalam negeri?

Vice President (VP) Corporate Secretary Garuda Indonesia, Mitra Piranti, mengatakan saat ini pihaknya memang melakukan pengurangan jadwal terbang ke beberapa negara. Namun, belum ada rencana perusahaan melakukan pengurangan karyawan untuk menekan kerugian yang timbul.

"Sejauh ini tidak ada (PHK). Untuk antisipasi dampak dari penyebaran Covid-19 ini Garuda telah mempersiapkan beberapa strategi sebagai upaya mitigasi, diantaranya dengan memfokuskan perusahaan dalam pengembangan rute domestik dan regional," ujar Mitra kepada merdeka.com, Jakarta, Selasa (10/3).

Mitra melanjutkan, hingga kini pengurangan jadwal terbang dilakukan ke negara pusat infeksi Covid-19 yaitu China. Rute-rute China yang sementara ditutup adalah Beijing, Shanghai, Guangzhou, Zhengzhou, dan Xi’an.

"Saat ini juga dilakukan pengurangan frekuensi penerbangan ke Singapura dari yang sebelumnya 9 kali per day menjadi 5 sampai 3 kali per day. Selain dalam rangka antisipasi penyebaran virus Covid-19, pengurangan frekuensi ini juga dilakukan sebagai upaya menyesuaikan supply and demand dari kondisi pasar," paparnya.

Maskapai pelat merah tersebut juga menghentikan sementara penerbangan ke Arab Saudi menyusul adanya pembatasan masuk ke negara tersebut akibat virus corona. "Juga menghentikan sementara mengangkut jemaah Umroh dan penumpang dengan visa turis ke Arab Saudi menyusul adanya kebijakan dari GACA Arab Saudi perihal pembatasan kunjungan," tandasnya.

1 dari 2 halaman

Dampak Virus Corona: Maskapai Bangkrut, Penerbangan Dipangkas, Pendapatan Merosot

corona maskapai bangkrut penerbangan dipangkas pendapatan merosot rev1

Virus Corona semakin memakan korban. Tak hanya manusia, bisnis dunia pun ikut terimbas. Salah satunya maskapai asal Inggris, Flybe, mengajukan pailit atau bangkrut.

Dilansir dari CNBC, pemerintah Inggris 'lepas tangan' dari upaya penyelamatan Flybe karena dampak Virus Corona yang tak bisa dibendung. "Semua penerbangan dibatalkan dan kegiatan bisnis di Inggris telah menurun," ujar Flybe dalam keterangannya ke pengadilan.

Kegagalan Flybe juga memberi dampak pada 2.400 lapangan kerja bakal hilang atau alami PHK. Operator bandara dan bisnis perjalanan Inggris bakal terkena dampak.

Chief Executive Ryanair, Michael O'Leary, memprediksi virus corona akan menyebabkan banyak usaha gulung tikar. "Tak bisa dihindari, dalam beberapa minggu ke depan kita akan melihat banyak perusahaan bangkrut," ujarnya sehari sebelum Flybe menyatakan diri bangkrut.

"Ketika ada gejolak dalam pemesanan maka akan berdampak pada aliran keuangan yang memburuk," tambahnya.

Norwegian Air, maskapai pencetus penerbangan murah, juga harus berjuang keluar dari masalah virus corona. Disebabkan berkurangnya penjualan tiket karena virus corona membuat prediksi pendapatan 2020 meleset. Imbasnya rencana pembayaran utang perusahaan terganggu.

Norwegian Air mengatakan akan membatalkan 22 penerbangan ke Eropa dan Amerika Serikat mulai 28 Maret hingga 5 Mei akibat virus corona. Sementara, pengurangan frekuensi terbang juga dilakukan, salah satunya pada rute London-New York menjadi 2 kali dari sebelumnya 3 penerbangan.

2 dari 2 halaman

Industri Penerbangan Dunia Ditaksir Rugi Rp413,3 T Akibat Virus Corona

dunia ditaksir rugi rp4133 t akibat virus corona rev1

International Air Transport Association (IATA) memprediksi kerugian USD 29 miliar atau setara Rp413,3 triliun pada pendapatan maskapai dunia tahun ini. Namun, angka tersebut keluar sebelum sejumlah negara memberlakukan pembatasan perjalanan akibat virus corona pada 3 negara yakni Italia, Iran, dan Korea Selatan.

Maskapai dunia telah memangkas penerbangan dan harga tiket yang tentunya akan berdampak pada pendapatan mereka tahun ini. Kekhawatiran akan meluasnya wabah virus corona hingga keluar dari China membuat ekonomi global memasuki resesi.

Sebagai contoh kasus penyebab kerugian maskapai, satu pesawat Turkish Airlines harus terbang kembali ke Istanbul dari Singapura Kamis lalu (5/3) tanpa penumpang. Hal ini terjadi usai satu penumpang teridentifikasi positif terkena virus corona.

Finnair, maskapai asal Finlandia, menyebutkan dampak dari virus corona ini akan lebih besar dari wabah SARS yang terjadi pada 2003 lalu. Sebab, virus corona sejauh ini sudah merenggut 3.000 korban dan menginfeksi ribuan orang lainnya di lebih dari 60 negara.

[bim]

Baca juga:
Virus Corona, DPRD DKI Minta Pemprov Pertimbangkan Batalkan Formula E
Cegah Covid 19, Bandara I Gusti Ngurah Rai Terapkan Jalur Khusus
TNI Siapkan Rumah Sakit Khusus Pasien Covid-19 di Pulau Galang
Melihat Produksi Alat Tes Virus Corona di China
Penguatan UMKM Bantu Sektor Perdagangan Lawan Dampak Virus Corona
Tempat-tempat Wisata di Dunia Sepi Akibat Wabah Corona
Cegah Penyebaran Virus Corona, Pemkot Bekasi Larang Sekolah Adakan Karya Wisata

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini