Tawarkan Harga IPO Rp200, Saham ADCP Bakal Ramai Diburu

Jumat, 26 November 2021 11:51 Reporter : Anggun P. Situmorang
Tawarkan Harga IPO Rp200, Saham ADCP Bakal Ramai Diburu Apartemen anak usaha Adhi Karya. istimewa ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP), menggelar paparan publik, sebagai langkah awal menuju rencana perusahaan untuk melakukan pencatatan perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) yang direncanakan pada akhir tahun ini. Saat ini ADCP memasuki tahap book building dan sahamnya akan dilepas dengan harga penawaran awal di rentang Rp130-Rp200.

Mengusung hunian berkonsep Transit Oriented Development (TOD) yang menempel di simpul-simpul transportasi massal serta berjarak nol kilometer dari stasiun LRT, saham ADCP dinilai berpotensi cuan.

Pengamat Pasar Modal dari MNC Asset Management, Edwin Sebayang mengatakan, saham ADCP akan menjadi buruan investor mengingat harga penawaran yang masih berada di rentang Rp130 hingga Rp200 ditambah dengan prospek bisnis yang cerah. Harga ini pun berpotensi naik di masa mendatang.

"Kalau hanya di level itu (Rp130-200) saya rasa pasti akan banyak diburu," kata Edwin, Jakarta, ditulis Jumat (26/11).

Menurut Edwin, selain sifat alami industri properti yang memang masih seksi di mata investor baik ritel maupun institusional, konsep TOD yang diusung ADCP menjadi nilai tambah tersendiri. Pasalnya, pada dasarnya properti masih menjadi kebutuhan dan kemacetan menjadi salah satu musuh masyarakat saat ini sehingga konsep TOD ini memberikan jawaban berupa kepraktisan dan kecepatan.

Tak hanya itu, harga penawaran yang berkisar di rentang Rp120-Rp200 ini juga memiliki potensi yang besar untuk terus bertumbuh. Kendati demikian, ada catatan bahwa ini akan terealisasi seiring dengan operasi infrastruktur transportasi penyerta proyek-proyek ADCP.

Seperti diketahui, saat ini ADCP memiliki 11 proyek properti yang terintegrasi dengan simpul transportasi umum massal yakni Light Rapid Transit (LRT), Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line, dan Bus Rapid Transit (BRT).

"Kalau dibandingkan dengan 11 proyek yang ada itu, semua jadi, semua beroperasi pasti potensinya ke depan bagus," kata Edwin.

Terkait rencana IPO, Adhi Commuter Properti mengadakan masa penawaran awal pada 12 hingga 25 November 2021. Setelah mendapat tanggal efektif yang diperkirakan pada 30 November 2021, ADCP akan menggelar penawaran umum pada 2 hingga 8 Desember 2021. Selanjutnya, saham ADCP akan dicatatkan secara resmi di bursa atau listing pada 10 Desember 2021.

2 dari 2 halaman

Hasil Riset Menyebut Konsep TOD Memberi Cuan pada Properti

menyebut konsep tod memberi cuan pada properti rev1

Hasil riset dari Jones Lang LaSalle IP, Inc (JLL) pada September 2021 menyebutkan bahwa konsep TOD memberikan keuntungan terhadap properti. Konsep ini merupakan bentuk strategi perencanaan dan desain untuk mencapai pembangunan perkotaan yang padu, memiliki beragam manfaat lahan, ramah pejalan kaki dan pesepeda dengan kemudahan aksesibilitas terhadap stasiun transportasi massal.

Secara umum, TOD adalah pengembangan properti seperti pusat perbelanjaan, perkantoran, perumahan dan atau hotel yang terkoneksi secara langsung, atau dalam jarak nyaman berjalan kaki maupun bersepeda (di bawah 1 km).

Masih menurut hasil riset JLL, salah satu keunggulan utama proyek-proyek properti Adhi Commuter Properti adalah karena merupakan suatu bagian dari kawasan pengembangan campuran yang memiliki akses langsung terhadap transportasi publik. Kedekatan dengan transportasi publik dan kelengkapan fasilitas yang disediakan merupakan faktor-faktor utama yang dipertimbangkan oleh pembeli, selain keterjangkauan harga.

Corporate Secretary PT Adhi Commuter Properti Tbk, Rakhmat Adi Sampurno mengatakan, Bisnis ADCP yang kini berada di Jabodetabek, sejalan dengan program pemerintah untuk pengembangan infrastruktur transportasi massal yang bertujuan untuk mengurangi kemacetan dan mempermudah mobilitas di kota metropolitan utama Indonesia.

Sebagai contoh ADCP mempunyai produk Cisauk Point dengan akses langsung terhadap commuter line, Oase Park dengan akses langsung terhadap bus station, berbagai produk tersebut merupakan kerjasama ADCP dengan pihak lain seperti PT KAI, dan Perum PPD DKI Jakarta.

Saat ini ADCP memiliki 11 proyek yang tersebar di Jabodetabek, dan 7 diantaranya berada di titik stasiun LRT Jabodebek (tahap I). Adapun proyek, ADCP meliputi LRT City Bekasi – Eastern Green, LRT City Bekasi – Green Avenue, LRT City Jatibening, LRT City MTH, LRT
City Tebet, LRT City Ciracas, LRT City Sentul, Adhi City Sentul, serta Member of LRT City - Grand Central Bogor, Member of LRT City - Cisauk Point, Member of LRT City - Oase Park.

“Melalui konsep hunian terintegrasi dengan transportasi massal khususnya LRT, kami optimistis bisnis yang ADCP jalankan berprospek cerah untuk kedepannya," katanya.

Dampak positif perkembangan pengerjaan LRT Jabodebek bisa dilihat dari kinerja marketing sales pada kuartal ketiga 2021 yang bertumbuh signifikan sebesar 155 persen. Perolehan ini berasal dari 11 proyek perusahaan yang sedang dikembangkan dengan 4 diantaranya sudah serah terima.

[bim]

Baca juga:
Resmi IPO, Mitratel Incar Dana Segar Rp 18,7 T
Melantai di Bursa Saham, Perusahaan Komponen Otomotif Incar Dana Rp437 Miliar
Per 12 November, 40 Perusahaan Melantai di Bursa Saham Senilai Rp32,3 Triliun
Cimory Incar Dana Rp3,76 Triliun Lewat IPO, Digunakan untuk Apa?
BEI Catat 38 Perusahaan Telah IPO, Targetkan 50 Hingga Akhir 2021
Siap Melantai di Bursa Saham, Widodo Makmur Bangun Rumah Potong Hewan di Australia
Bos Bukalapak: Kami Ingin Jadi Pemicu Startup Lain Masuk Bursa Saham

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini