Tarik Investasi, ESDM Janjikan Penurunan Tarif Listrik Industri Besar

Jumat, 20 Desember 2019 13:44 Reporter : Merdeka
Tarik Investasi, ESDM Janjikan Penurunan Tarif Listrik Industri Besar Dirjen EBTKE Rida Mulyana. ©2017 merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menjanjikan tarif listrik untuk golongan industri besar bisa turun. Hal ini untuk meningkatkan gairah investasi di dalam negeri.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Rida Mulyana, mengatakan tarif listrik untuk golongan industri besar masih ada peluang penurunan. Kementerian ESDM pun ‎siap berdiskusi untuk bernegosiasi dengan PLN untuk menurunkan tarif.

‎"Kami siap diskusi karena bisa diturunkan oleh PLN," kata Rida, dalam rapat koordinasi kesiapan PLN melistriki industri smelter, di Kantor Direktorat Jenderal Ketenaga Listrikan, Jakarta, Jumat (20/12).

Menurut Rida, saat ini tarif listrik Indonesia masih bersaing jika dibandingkan negara Asia Tenggara lain. Namun untuk saat ini, tarif listrik golongan industri besar belum termurah.

‎"Meskipun angkanya kayak gini ini, masih ada peluang untuk dinego," ‎ujarnya.

Dia mengungkapkan, ‎fokus pemerintah saat ini adalah memperbaiki defisit neraca perdagangan, khususnya di sektor pertambangan dengan menggalakkan kegiatan hilirisasi mineral. ‎

Dengan kepastian pasokan dan tarif listrik terjangkau diharapkan dapat meningkatkan gairah investasi pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter). "Pemerintah berkomitmen untuk menjaga 5K, yakni Kecukupan, Keandalan, Keberlanjutan, Keterjangkauan, dan Keadilan," tandasnya.

1 dari 1 halaman

Komitmen Pasok Kebutuhan Listrik Smelter, PLN Siap Dipinalti Jika Wanprestasi

kebutuhan listrik smelter pln siap dipinalti jika wanprestasi

PT PLN (Perusahaan Listrik Negara) berkomitmen menyediakan pasokan listrik untuk industri pengolahan dan pemurnian (smelter). Perusahaan tersebut pun siap dikenakan pinalti jika listrik tidak tersedia.

Pelaksana tugas Direktur Utama PLN, Sripeni Inten Cahyani, mengatakan PLN telah mengantisipasi meningkatnya permintaan listrik, dengan membangun infrastruktur kelistrikan berupa pembangkit dan jaringan transmisi. Seiring dengan bertambahnya industri khususnya smelter.

"PLN siap melistriki industri smelter dan melakukan best effort untuk menyediakan listrik secara kompetitif," kata Inten, dalam rapat koordinasi kesiapan PLN melistriki industri smelter, di Kantor Direktorat Jenderal Ketenaga Listrikan, Jakarta, Jumat (20/12).

Namun, dia pun meminta pelaku industri sama-sama berkomitmen menyerap pasokan listrik yang disediakan PLN. "Kami juga mohon komitmen sama-sama, kapan pun PLN akan best effort siapkan listrik dan kami siap dipinalti. Dengan catatan bapak siap kami siap," tuturnya.

Saat ini total pasokan listrik nasional yang tersedia mencapai 62.372 Mega Watt (MW), transmisi 56.899 Kilo Meter sirkit (KMs), jaringan distribusi 58.081 Mega Volt Amper (MVA).

Untuk mengantisipasi kenaikan kebutuhan listrik, PLN akan menambah pembangunan infrastruktur kelistrikan di wilayah Sulawesi yang menjadi konsentrasi pembangunan smelter, yaitu pembangkit dengan kapasitas total 5.422 MW. "COD (beroperasi) sampai akhir tahun 2019 1000 MW lagi, mudah-mudahan sisanya 23.000 MW yang masih konstruksi bisa selesai 2020-2021," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6

[bim]

Baca juga:
Saran Indef ke Jokowi Agar Tarif Listrik Bisa Lebih Murah
Ramalan Bank Indonesia Jika Pemerintah Naikkan Tarif Listrik di 2020
Tarif Listrik Bukan Prioritas Rudiantara Saat Jadi Dirut PLN
BPS Ingatkan Pemerintah Tak Naikkan Tinggi Tarif Listrik di 2020
Menteri ESDM Tunggu Evaluasi Data Pelanggan 900 VA Sebelum Subsidi Dicabut
Menteri ESDM Minta Tarif ListriK Industri Turun, Ini Jawaban Bos PLN

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini