Tarif Ojek Online Naik, Kemenhub: Aspirasi Mitra Pengemudi

Rabu, 10 Agustus 2022 12:03 Reporter : Merdeka
Tarif Ojek Online Naik, Kemenhub: Aspirasi Mitra Pengemudi Ojek Online di Jakarta. ©2019 Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Kementerian Perhubungan menerbitkan aturan tentang kenaikan tarif ojek online (Ojol). Alasannya karena adanya kenaikan biaya bahan bakar minyak (BBM) dan untuk kepastian pendapatan bagi mitra pengemudi ojol.

Kepala Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Pitra Setiawan mengungkapkan, sejumlah hal yang jadi pertimbangan Kemenhub. Termasuk menyerap aspirasi para mitra pengemudi yang diketahui meminta kenaikan tarif ojol sejak 2 tahun lalu.

"Alasan kenaikan dengan mempertimbangkan kenaikan bahan bakar dan kebutuhan lain, di samping juga aspirasi dari para mitra," ungkapnya saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (10/8).

Disamping itu, Pitra menyampaikan penentuan tarif ini jadi hasil dari survei yang sudah dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Kemenhub. Termasuk didalamnya kemampuan dan keinginan bayar para konsumen.

"Penyesuaian ini sudah merupakan hasil survei kepada masyarakat terkait kemampuan dan kemauan bayar (Ability to Pay dan Willingness to Pay)," bebernya.

Pitra menambahkan perubahan tarif ini mempertimbangkan kepastian pendapatan bagi mitra pengemudi ojek online.

"Adanya perubahan tarif jarak minimal ini selain hasil survey juga untuk meningkatkan kepastian pendapatan yang diterima oleh pengemudi," ujar dia.

"Di mana nantinya akan ada kondisi supply lebih besar daripada demand sehingga ada kepastian pendapatan dan peningkatan kesejahteraan untuk para mitra atau pelaku ojek online," tambah Pitra.

2 dari 2 halaman

Kenaikan Berlaku Mulai 14 Agustus 2022

mulai 14 agustus 2022 rev3

Sebagai informasi, aturan ini diteken pada 4 Agustus 2022 lalu. Sementara waktu pemberlakuannya menunggu 10 hari sejak aturan diteken. Artinya tarif baru berlaku efektif mulai 14 Agustus 2022 mendatang.

Untuk diketahui, tarif ojol untuk wilayah aglomerasi Jabodetabek naik menjadi Rp 2.00-2.700 per kilometer. Dengan biaya layanan minimal berkisar Rp 13.000-13.500.

Sementara untuk wilayah Sumatera, Jawa (kecuali Jabodetabek), dan Bali, ditentukan menjadi Rp 1.850-2.300 per kilometer. Dengan biaya layanan minim Rp 9.250-11.500.

Serta untuk wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua ditentukan Rp2.100-2.600 per kilometer. Dengan biaya jasa minimal dengan rentang biaya jasa antara Rp10.500-13.000.

Reporter: Arief Rahman

Sumber: Liputan6

[bim]

Baca juga:
Kenaikan Tarif Ancam Turunkan Pendapatan Ojek Online
Masyarakat Minta Gojek dkk Naikkan Tarif dalam Batas Wajar
Tarif Ojek Online Naik, ini Besaran Barunya
Kemenhub Rilis Aturan Baru Tarif Ojek Online, Batas Atas di Jakarta Rp2.700 per Km
Dulu Bekerja Sebagai Ojol & Sering Dihina, Kini Pria Ini Sukses Jadi Anggota Polri
Wanted! Sopir Truk Ini Bawa Kabur Kunci Motor Ojol, Arogan & Ugal-ugalan di Jalan
Protes Penurunan Tarif, Driver Gojek Datangi Balai Kota Solo

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini