Tarif Listrik 6,9 Juta Pelanggan PLN Berpotensi Naik di 2020

Rabu, 4 September 2019 15:41 Reporter : Merdeka
Tarif Listrik 6,9 Juta Pelanggan PLN Berpotensi Naik di 2020 PLN. Istimewa ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah dan DPR telah sepakat mencabut subsidi listrik untuk golongan 900 Volt Amper (VA) mulai Januari 2020. Keputusan ini tentunya akan‎ mempengaruhi pengenaan tarif untuk golongan pelanggan tersebut.

Direktur Pengadaan Strategis II PT PLN (Persero), Djoko Raharjo Abumanan mengatakan, setelah subsidi resmi dicabut, maka golongan pelanggan dikenakan skema tarif penyesuaian atau tarif adjusment.

"Yaudah kalau kemarin keputusan politik semua 900 VA dicabut, masuklah kita ke tarif adjustment," kata Djoko, ‎saat menghadiri I‎PA Convex 2019‎, di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (4/9).

Dengan diberlakukannya tarif adjusment maka penentuan besaran tarif ‎mengacu pada tiga parameter yaitu harga minyak Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP), inflasi dan kurs dolar Amerika Serikat (AS).

Dengan mengacu pada formula harga tersebut, makan tarif listrik akan disesuaikan mengikuti pergerakan tiga para meter tersebut. Djoko pun menyebut kemungkinan tarif listrik bisa naik dan turun.

"Tapi belum tentu ada kenaikan tarif, tergantung Dolar, ICP, dan inflasi. Masuk tarif penyesuaian 3 bulanan saja," jelasnya.

Menurut Djoko, ada 6,9 pelanggan 900 VA yang saat ini ‎berstatus penerima subsidi akan beralih menjadi golongan non subsidi. Jika digabungkan dengan jumlah 900 VA non subsidi saat ini maka total golongan pelanggan 900 VA non subsidi nantinya menjadi 27 juta.

‎"Kira-kira itu nanti Januari jumlahnya 27 juta pelanggan 900. Nyambungnya kan 3 jutaan tiap tahun, nah kita prediksi Januari besok jumlahnya jadi 27 juta,"‎ tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini