Tarif Batas Atas Tiket Pesawat Turun, Garuda Indonesia Pangkas Layanan ke Penumpang

Rabu, 15 Mei 2019 09:45 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Tarif Batas Atas Tiket Pesawat Turun, Garuda Indonesia Pangkas Layanan ke Penumpang Garuda Indonesia. ©2016 Merdeka.com/iqbal s nugroho

Merdeka.com - Pemerintah resmi memutuskan untuk menurunkan tarif batas atas (TBA) tiket pesawat sebesar 12-16 persen. Penurunan TBA tersebut akan dituangkan dalam bentuk Surat Keputusan (SK) Menteri Perhubungan.

VP Corporate Secretary Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan, mengaku merasa tertekan dengan adanya keputusan tersebut. Namun, bagaimanapun Garuda Indonesia akan tetap mematuhi aturan dari regulator tersebut.

"Jadi memang dengan rencana penurunan yang TBA hingga 16 persen, itu tentu saja semakin menekan Garuda," kata dia saat dihubungi wartawan, ditulis Rabu (15/5).

Dengan turunnya TBA, maskapai pelat merah tersebut harus memutar otak mengatur strategi menekan biaya operasional agar harga baru tidak akan merugikan perusahaan.

Namun, Ikhsan menegaskan Garuda tidak akan mengganggu atau menurunkan kualitas keselamatan atau safety penerbangan untuk penumpang. Selain itu, dengan adanya penurunan TBA dia meyakinkan tidak akan mengganggu kesejahteraan karyawan.

"Otomatis kita mengacu ke cost lain, misalnya pelayanan mungkin akan kita sesuaikan. Layanan kita kan full service, ya mungkin berkaitan dengan layanan full service kita sesuaikan dengan penekanan TBA tiket pesawat di 12-16 persen ini," tuturnya.

Dia mengungkapkan, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ini, pemerintah tidak pernah melakukan penyesuaian tarif batas atas maupun bawah. Padahal, biaya pengeluaran maskapai setiap tahun kian bertambah.

Beberapa faktor seperti kurs Rupiah yang tiap tahun bergerak serta harga avtur yang terus naik membuat biaya operasional membengkak. Di sisi lain, tarif untuk penumpang tidak mengalami perubahan.

"Dengan situasi itu, sebenarnya struktur cost Garuda itu memang harus bermain di sekitar TBA," ujarnya.

Selain itu, dia berujar bahwa keuntungan maskapai baik BUMN maupun swasta sangat tipis. "Nah itupun yield (keuntungan) yang kita dapat sekitar 2 persen. Karena memang airlines marginnya tipis," ujarnya.

Sebelumnya, Pemerintah Jokowi-JK secara resmi menurunkan tarif batas atas tiket pesawat antara 12 persen sampai 16 persen. Penurunan sebesar 12 persen ini akan dilakukan pada rute-rute gemuk seperti rute-rute di daerah Jawa sedangkan penurunan lainnya dilakukan pada rute-rute seperti rute penerbangan ke Jayapura.

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini