Target Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen Dinilai Sulit

Senin, 7 Juni 2021 11:06 Reporter : Dwi Aditya Putra
Target Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen Dinilai Sulit pertumbuhan ekonomi. ©2019 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Anggota Komisi XI DPR RI, Achmad Hafisz Tohir mengaku pesimis Indonesia bisa mengejar angka pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen di kuartal II-2021. Apalagi pandemi Covid-19 belum berakhir dan munculnya varian baru virus tersebut. Ekonomi RI menurutnya hanya bisa mencapai 4,5 persen.

Dia mengatakan, angka 4,5 persen itu baru bisa dicapai bila serapan penerimaan negara berjalan 100 persen. Belum lagi pertumbuhan masih terganjal di tiga sektor, yaitu produktivitas, birokrasi, dan regulasi.

"Sulit bagi pemerintah menembus target pertumbuhan 7 persen dengan hanya business us ussual," katanya di Jakarta, Senin (7/6).

Pertumbuhan yang tinggi perlu didukung investasi dan ekspor yang kuat. Namun faktanya, pada dua sektor itu, kontribusinya untuk pertumbuhan hanya 5 persen. Menurut politisi politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut, perlu perbaikan di dua sektor itu. Setidaknya, bila ingin mengejar pertumbuhan 7 persen, maka ekspor dan investasi harus tumbuh di atas 5-7,5 persen.

Hal yang terus mengganjal perekonomian nasional, lanjut Hafisz, program vaksinasi yang lambat. Target 180 juta vaksin masih jauh dari harapan. Negara-negara lain di dunia, vaksinasinya bergerak cepat. Amerika Serikat, misalnya, sudah mencapai 2 juta vaksin per hari.

"Ini menjadi tantangan yang sulit bagi kita untuk kembali menuju normalisasi ekonomi dan kehidupan," jelas Wakil Ketua BKSAP DPR ini.

Baca Selanjutnya: Selain itu kebijakan moneter Amerika...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini