Tantangan Bagi Perempuan untuk Jadi Pemimpin

Rabu, 18 Mei 2022 19:49 Reporter : Merdeka
Tantangan Bagi Perempuan untuk Jadi Pemimpin Menteri BUMN Erick Thohir. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, menargetkan kepemimpinan perempuan di perusahaan BUMN harus tercapai sebesar 25 persen pada akhir 2023 mendatang. Meski demikian, ada banyak tantangan yang harus dihadapi perempuan yang hendak berkiprah di dunia bisnis maupun profesional.

Mulai dari isu gender, kurangnya representasi perempuan dilevel strategis maupun lainnya, ketimpangan akses terhadap teknologi, kekerasan dan diskriminasi yang berbasis gender, hingga kurang wahana di tempat perempuan bekerja. Kondisi ini juga terjadi di konstitusi yang terkait dengan Pemerintahan.

Oleh karena itu sejak awal masa kepemimpinannya di Kementerian BUMN, dirinya memberikan perhatian khusus dalam memberikan rasa nyaman, dan membuka kesempatan yang seluas-luasnya bagi perempuan di BUMN, termasuk mengupayakan lingkungan kerja yang bebas diskriminasi maupun kekerasan berbasis gender.

Terlebih lagi, penduduk Indonesia lebih dari 49,5 persen perempuan. Di mana dalam hal kontribusi terhadap perekonomian, perempuan Indonesia mampu memasuki hampir seluruh mata rantai usaha.

"Komitmen kami di BUMN tercermin dari beberapa afirmatif action, salah satunya dengan membuat target 15 persen kepemimpinan perempuan di BUMN pada tahun 2021 lalu. Alhamdulillah target ini sudah tercapai. Ke depannya kami meningkatkan target 25 persen kepemimpinan perempuan pada tahun 2023," kata Erick dalam acara G20 Side event Rebuilding women's Productivity Post Pandemic, di Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, Rabu (18/5).

Tujuannya adalah untuk memberikan kesempatan kepada perempuan agar memiliki kinerja yang cemerlang. Selain itu, Erick juga menerapkan kebijakan penuh untuk mengatur lingkungan kerja BUMN yang bebas kekerasan, dan bebas diskriminasi maupun pelecehan dalam rangka menciptakan lingkungan yang inklusif serta menghargai perbedaan.

2 dari 2 halaman

Srikandi BUMN

Dia menegaskan, BUMN berkomitmen untuk menjunjung hak asasi manusia dalam mendorong kinerja pertumbuhan, serta keberlangsungan perusahaan. Adapun agar upaya ini dapat berjalan secara berkelanjutan, dirinya juga mendukung terbentuknya Srikandi BUMN sebagai komunitas yang siap berkarya dan memajukan BUMN.

"Srikandi juga menjadi sarana kolaborasi pengelolaan potensi diri bagi perempuan di BUMN, tujuannya agar perempuan BUMN memiliki wadah untuk saling dukung satu sama lainnya," ujar Erick.

Ada banyak output yang telah dilakukan Srikandi BUMN, di antaranya komitmen mewujudkan zero harasment di tempat kerja, peningkatan kejelasan investasi, pengelolaan keuangan, hingga kepemimpinan perempuan itu sendiri.

"Tentu harapan saya, Srikandi BUMN dapat terus berprogres, seiring upaya transformasi human capital BUMN yang bebas termasuk penyegaran struktur kepemimpinan, menggeser pola pikir yang patriarki, penerapan core value AKHLAK, perbaikan budaya kerja, hingga pencapaian target kinerja dan kepemimpinan perempuan," tandasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Erick Thohir Target Pekerja Milenial di BUMN Capai 80 Persen
Erick Thohir Sebut Pergantian Direksi Bukan Solusi Atasi Kebakaran Kilang Balikpapan
Erick Thohir Buka Rekrutmen 5.000 Pegawai BUMN: Tak Ada Orang-Orang Titipan
Realisasi KUR Bank Mandiri Tercatat Rp 14,41 T per April 2022
Merpati Air Masuk Daftar BUMN Akan Dibubarkan, Bagaimana Nasib Pesangon Karyawan?
Stafsus: Erick Thohir Tidak Melakukan Kampanye saat Kunjungan ke Pesantren

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini