Tangkal Dampak Virus Corona, Pemerintah Minta Maskapai dan Hotel Sebar Tarif Murah

Kamis, 13 Februari 2020 10:28 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Tangkal Dampak Virus Corona, Pemerintah Minta Maskapai dan Hotel Sebar Tarif Murah Menhub Budi Karya di Gedung Jakarta Air Traffic Service Center. ©2020 Merdeka.com/Kirom

Merdeka.com - Pemerintah mendorong seluruh stakeholder terkait untuk memberikan insentif kepada maskapai penerbangan sebagai tindak lanjut dampak penyebaran virus Corona (COVID-19). Pemerintah juga menganjurkan hotel memberikan tarif-tarif yang lebih baik, serta membuat kegiatan-kegiatan di tempat tujuan destinasi.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mendorong pemberian insentif, kemudahan, dan tarif-tarif yang lebih murah, ke tiga destinasi yang banyak dituju masyarakat Tiongkok yakni Bali, Manado, dan Kepri. Tujuannya supaya daerah-daerah itu tetap ramai dan diharapkan industri penerbangan serta perhotelan dapat bertahan menghadapi dampak virus Corona.

"Contoh insentif dari Pemerintah kepada maskapai misalnya: PNBP akan kita kurangi, kemudian API dan AP II mengurangi landing fee, diskon sewa ruangan, dan sebagainya. Jadi pemerintah, operator bandara, maskapai, hotel harus sama-sama memberikan insentif. Tidak mungkin pemerintah melakukan sendiri. Hal ini dilakukan untuk menggenjot sektor pariwisata. Supaya orang tetap punya keinginan untuk berlibur," ujar Menhub Budi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (13/2).

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan, dalam setahun, China menyumbang 2 juta wisatawan dengan total devisa USD 2,8 miliar. Menurutnya, dalam menyikapi hal ini, harus dipikirkan secara komprehensif supaya dapat bertahan dalam tantangan menghadapi virus Corona.

"Tidak mudah (atasi dampak virus corona) tetapi kita harus lakukan yang terbaik."

1 dari 1 halaman

Penumpang Pesawat Rata-Rata Turun 30 Persen Akibat Virus Corona

rata rata turun 30 persen akibat virus corona

Menhub Budi menyebut maskapai yang mempunyai rute-rute ke China dan Singapura menjadi yang paling terdampak. Prediksi Menhub Budi, telah terjadi penurunan sekitar 30 persen pada maskapai-maskapai tersebut.

"Kita memang belum bisa memastikan kerugiannya sendiri, yang punya masalah itu rata-rata adalah yang berhubungan dengan mainland China dan Singapura. Yang lainnya sebenarnya relatif masih baik. Tetapi karena penerbangan ini juga ada sebagian ke China kira-kira 30 persen, jadi berkurang rata-rata 30 persen," sebutnya.

Untuk menutupi potensial lost tersebut, pihaknya telah telah berdiskusi dengan maskapai, dengan memikirkan peluang-peluang apa yang mungkin dilakukan. Salah satunya pembukaan rute ke Asia Barat yang rencananya dimulai pada Mei 2020.

"Untuk opportunity, yang paling masif itu di Asia Barat seperti India, Pakistan, Bangladesh. Karena memang beberapa saat sebelum kejadian ini, para duta besar itu bertemu saya untuk dapat connecting flight."

"Oleh karenanya saya minta kepada Garuda, Batik, Lion, Air Asia untuk mencari konektivitas ke Asia Barat, paling lambat bulan Mei ini untuk buka rute baru, karena perencanaan itu tidak bisa langsung seketika," pungkas Menhub Budi.

[bim]

Baca juga:
Geliat Wisata di Pattaya Lesu Akibat Virus Corona
Wabah Corona di Singapura Meluas, RI Belum Mau Tutup Penerbangan
Diduga Terjangkit Virus Corona, Satu Warga Tanimbar di Karantina di RSUD Magretti
Khawatir Virus Corona, Pemko Sabang Minta Tunda Masuk Kapal Pesiar
Kemenkes Periksa 70 Orang Suspect Virus Corona, Hasilnya 68 Negatif
Kemenkes: 78 WNI di Kapal Pesiar Jepang Negatif Corona

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini