Tanggapan Menteri Edhy Prabowo soal Kawasan Konservasi Teluk Benoa

Rabu, 23 Oktober 2019 17:29 Reporter : Tri Yuniwati Lestari
Tanggapan Menteri Edhy Prabowo soal Kawasan Konservasi Teluk Benoa Teluk Benoa. ©2016 merdeka.com/hana adi

Merdeka.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menetapkan status Perairan Teluk Benoa, Kabupaten Badung, Bali, sebagai Kawasan Konservasi Maritim (KKM) menindaklanjuti usulan dari Gubernur Bali Wayan Koster. Penetapan Teluk Benoa sebagai Kawasan Konservasi Maritim tertuang dalam Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Nomor 46/KEPMEN-KP/2019 tentang KKM Teluk Benoa di Perairan Provinsi Bali tertanggal 4 Oktober 2019.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo mengaku akan melihat permasalahan kawasan konservasi ini. Namun, dia tidak akan gegabah karena ini merupakan kebijakan nasional.

"Kebijakan ini bicara orang banyak tapi yang jelas pesan pak presiden cuma dua ke saya. Pertama, perbaiki komunikasi hubungan kita dengan nelayan jangan sampai ada nelayan kita yang tidak diopeni. Manakala ada nelayan yang terganggu harus dibina," kata Edhy di Jakarta.

Di sisi lain, Edhy berjanji akan mengoptimalkan sektor budidaya perikanan. Dia juga sudah bertemu dengan Jaksa Agung yang baru.

"Kita sudah bicara informal, nanti kita ketemu pembinaan nelayan, kita ke depankan persuasif, oke setuju nanti ke Kapolri yang baru. Kita juga minta hal sama supaya penyikapan masyarakat nelayan konsep pembinaan dulu. Jangan tiba-tiba dipenjara kan sedih sekali di Tanah Air kita sendiri nelayan dipenjara karena melanggar, kalau asing kan beda," katanya.

Mengenai pelarangan penggunaan alat tangkap cantrang, Edhi Prabowo mengaku akan mencari jalan keluarnya. "Kalau bicara alat tangkap kita cari jalan keluar yang baik karena ada yang terpaksa melakukan itu karena kebutuhan perut dan sekolah anak."

1 dari 1 halaman

Teluk Benoa Jadi Kawasan Konservasi

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menetapkan status Perairan Teluk Benoa, Kabupaten Badung, Bali, sebagai Kawasan Konservasi Maritim (KKM) menindaklanjuti usulan dari Gubernur Bali Wayan Koster.

Penetapan Teluk Benoa sebagai Kawasan Konservasi Maritim tertuang dalam Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Nomor 46/KEPMEN-KP/2019 tentang KKM Teluk Benoa di Perairan Provinsi Bali tertanggal 4 Oktober 2019.

Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (PRL) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Brahmantya Satyamurti Poerwadi mengatakan, Keputusan Menteri tersebut adalah hasil dari diskusi panjang berbagai pemangku kepentingan di Bali.

"Jadi gini, Kepmen itu hasil dari diskusi panjang termasuk kebutuhan pemerintah daerah yang disampaikan ke Presiden. Ketika Kepmen ditetapkan, 1.200-an ha lebih luas kawasan diharapkan bisa dikelola Pemerintah Bali untuk melakukan kegiatan keagamaan, kegiatan budaya dan lainnya," ujarnya usai ditemui di Gedung Mina Bahari III KKP, Jakarta, Sabtu (12/10).

Luas lahan yang akan dijadikan KKM tepatnya adalah 1.243,41 hektare yang meliputi zona inti sebanyak 15 titik koordinat masing-masing dengan radius kurang lebih 50 sentimeter.

KKM ini nantinya akan dikelola sebagai daerah perlindungan budaya maritim dan akan dikelola oleh Pemerintah Provinsi Bali yang meliputi penunjukan organisasi pengelola, penyusunan dan penetapan rencana pengelolaan dan peraturan zonasi KKM.

Brahmantya menambahkan, jika hal ini juga sebagai upaya mendukung pariwisata Bali dan membiarkan ruang air untuk mencegah abrasi.

"Kita, kan, juga mau Bali ini budayanya diperkuat dalam pariwisata. Dan kemudian, tentunya ketika ruang air ini tetap jadi ruang air, ya, tekanannya akan lebih rendah, ke lingkungan bagus. Kalau direklamasi, bisa saja terjadi abrasi," tutupnya. [idr]

Baca juga:
Sandang Status Kawasan Konservasi, Reklamasi Teluk Benoa Akan Berhenti?
Anak Buah Menteri Susi: Teluk Benoa Masuk Kawasan Konservasi, Tidak Ada Reklamasi
Teluk Benoa Jadi Kawasan Konservasi, Ini Penjelasan KKP
Menteri Susi Putuskan Perairan Teluk Benoa Sebagai Kawasan Konservasi Maritim
Menteri Rini Minta Reklamasi di Pelabuhan Benoa Utamakan Kelestarian Alam
Ada Konflik Reklamasi, Pelabuhan Benoa Dipastikan Beroperasi Normal

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini