Taktik Hary Tanoe dalam bisnis, dari Donald Trump sampai PHK pegawai

Rabu, 30 September 2015 09:06 Reporter : Angga Yudha Pratomo
Taktik Hary Tanoe dalam bisnis, dari Donald Trump sampai PHK pegawai Hary Tanoesodibjo. REUTERS/Beawiharta

Merdeka.com - Nama Hary Tanoesoedibjo sudah tidak asing lagi di telinga. Meski belakangan ini wajahnya rajin menghiasi layar kaca sebagai ketua umum Partai Perindo, Hary Tanoe lebih dikenal sebagai pengusaha kawakan di tanah air.

Berbekal bendera Media Nusantara Citra (MNC), Hary Tanoe terus bermanuver di kerasnya percaturan bisnis dalam negeri. Lini bisnis yang dijalankannya bersama MNC Grup beragam. Mulai dari bisnis konglomerasi media, investasi, properti, hingga perbankan.

Aksi dan manuver bisnis Hary Tanoe, beberapa kali cukup sukses mencuri perhatian pebisnis nasional. Hary Tanoe semakin berambisi membangun mimpi dan memperbesar bisnis MNC Grup.

Bukan hal mudah bersaing dengan pengusaha-pengusaha top tanah air. Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, pengusaha mutlak memiliki strategi jitu untuk memenangkan persaingan. Minimal untuk membesarkan bisnisnya.

Merdeka.com mencatat strategi Hary Tanoe membesarkan kerajaan bisnisnya. Berikut paparannya.

1 dari 5 halaman

Gandeng Donald Trump

Donlad Trump bersama Hary Tanoesoedibjo dan istrinya Liliana. ©blouinartinfo.com

CEO MNC Grup Hary Tanoesoedibjo akhirnya membeberkan proyek taman hiburan sekelas Disneyland yang diklaim bakal jadi yang terbesar di Indonesia. 

Untuk membangun kawasan itu Hary Tanoe mengaku menggandeng Donald Trump. Tapi tidak hanya Donald Trump, Hary tanoe juga mencari pengusaha kelas dunia lainnya.

"Selain rencana kami untuk mengembangkan properti mewah masa depan dengan Trump Hotel Collection di Kawasan Lido, saya telah merencanakan untuk bekerja sama dengan perusahaan raksasa global lainnya dalam mewujudkan theme park kelas dunia pertama di Indonesia, dalam hal ini menjadi yang terdepan dalam produksi dan industri hiburan," ujar Hary Tanoe.

2 dari 5 halaman

Sulap kawasan Lido jadi sekelas Disneyland

Disney Fantasyland. ©2012 Merdeka.com

Melalui siaran pers yang diterima merdeka.com, Selasa (29/9), Hary Tanoe menjelaskan, pihaknya mengambil lokasi pembangunan Disneyland di kawasan hutan tropis pegunungan Jawa Barat atau sekitar 65 kilometer dari Jakarta.

Dia berambisi menjadikan Lido kawasan tujuan wisata kebanggaan Indonesia. Caranya dengan menghadirkan taman hiburan alias theme park di lahan seluas 3.000 hektar. Dalam kawasan itu juga dibangun kota hiburan atau entertainment city di lahan seluas 500 hektar. Pihaknya menawarkan pelbagai fasilitas dan sarana hiburan.

"Kami berencana untuk menyuguhkan sebuah pride of the nation theme park yang akan memenuhi impian rakyat Indonesia untuk sebuah hiburan kelas dunia.

Bos MNC ini meyakini taman hiburan yang dibangunnya bakal memenuhi mimpi masyarakat Indonesia. Sebab, kata dia, permintaan masyarakat kelas menengah atas akan sebuah hiburan semakin tinggi.

3 dari 5 halaman

Tutup 30 cabang MNC Bank

MNC Bank. ©2014 merdeka.com

PT Bank MNC Internasional Tbk atau biasa disebut MNC Bank telah merumahkan atau melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada 120 karyawan dari total keseluruhan 1.500 karyawan.

Presiden Direktur Bank MNC Internasional, Benny Purnomo mengatakan, langkah pemutusan hubungan kerja ini sejalan dengan penutupan sekitar 30 kantor cabang di seluruh Indonesia.

"Desember 2014 kami menutup cabang sekitar 30 di seluruh Indonesia tapi yang fokusnya ke mikro, karena kami ingin fokus ke infrastruktur," ujarnya di Gedung MNC, Jakarta, Jumat (25/9).

Pengurangan karyawan tidak ada kaitannya dengan perlambatan ekonomi, tapi sebagai risiko dari berubahnya strategi bisnis. Ke depan, eks bank ICB Bumiputera bakal fokus menggarap segmen korporasi, usaha kecil menengah, dan konsumer.

"Penutupan 30 kantor cabang mikro mengacu kepada upaya yang dilakukan bank pada 2014 pascaproses pengambilalihan dari ICB Bumiputera," kata Benny Purnomo.

MNC Bank bakal fokus pada bisnis Korporasi, konsumer dan usaha kecil menengah. Sehingga dilakukan peninjauan ulang atas unit usaha Mikro milik ICB Bumiputera.

Bagian dari peninjauan tersebut, dilakukan beberapa peningkatan status dan penutupan beberapa cabang yang melayani unit usaha mikro tersebut di akhir 2014.

"Jadi yang ditutup itu adalah kantor mikro karena memang MNC Bank hanya fokus kepada segmen korporasi SME dan konsumer," katanya.

4 dari 5 halaman

Terbitkan saham baru, incar Rp 827 miliar

Gedung MNC Grup. ©2013 Merdeka.com/M. Luthfi Rahman

PT MNC Kapital Indonesia Tbk sepakat melakukan Penawaran Umum Terbatas II (PUT II) sebanyak 551 miliar saham biasa dengan nominal Rp 100 per saham. Di mana harga pelaksanaan Rp 1.500 per saham.

Presiden Direktur MNC Kapital Indonesia Darma Putra menjelaskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSL-B) penerbitan PUT II ini maka perusahaan akan mendapatkan dana segar Rp 827 miliar.

"Penerbitan PUT II ini dilaksanakan pada 17 -18 November 2015. Dengan ketentuan di mana setiap pemegang 15 saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada tanggal 7 Oktober 2015 berhak atas 2 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) di mana setiap 1 HMETD berhak untuk membeli 1 saham baru," ujarnya di Gedung MNC, Jakarta, Jumat (25/9).

Menurutnya, hasil dana dari PUT II akan digunakan untuk pelunasan utang perusahaan sebesar Rp 20 miliar. Sebesar Rp 240 miliar akan digunakan untuk berpartisipasi dalam melaksanakan Penawaran Umum Terbatas IV PT Bank MNC Internasional dan sisa dana akan digunakan untuk modal kerja berupa investasi jangka pendek atau jangka panjang di setiap unit usaha perusahaan.

5 dari 5 halaman

Perkuat bisnis broadband

ilustrasi internet. ©2015 Merdeka.com

MNC disebut-sebut menyiapkan dana investasi USD 400 juta untuk ekspansi infrastruktur Internet Protocol Television (IPTV) miliknya. Melihat strateginya itu, sudah barang tentu MNC harus melakukan akuisisi perusahaan provider internet.

Dikabarkan, Link Net yang akan diakuisisi. Jika memang ternyata betul adanya Link Net akan diakuisisi oleh MNC, maka Link Net akan memperkuat bisnis broadband MNC yang bernama MNC Play Media. Sayangnya, isu ini masih ditutup rapat-rapat oleh kedua belah pihak.

Pengusaha sekaligus pemilik MNC Group, Hary Tanoesoedibjo mengakui tertarik untuk mengakuisisi saham salah satu anak usaha group Lippo, PT Link Net. HT sapaan akrabnya menyebut hingga saat ini pihaknya masih menimbang harga yang cocok untuk menyelesaikan proses akuisisi ini.

"Tidak boleh kasih komentar. Dengan harga yang cocok, kita pasti tertarik," ujarnya di Gedung MNC, Jakarta, Senin (27/7).

Direktur PT Global Mediacom Tbk (BMTR) Oerianto Guyandi menambahkan perusahaan masih memiliki minat untuk rencana akuisisi tersebut, namun apabila harga saham Link Net masih terlalu tinggi perusahaan tidak mau mengambil risiko.

"Link Net karena transaksi ada kerahasiaan. Tetapi kalau ditanya minat asalkan harganya masuk akal di kita tetapi harga tinggi kami tidak beli," jelas dia. [noe]

Baca juga:
Hary Tanoe beberkan proyek sekelas Disneyland di Lido
Bank milik Hary Tanoe tutup 30 kantor cabang & pecat 120 pegawai
Gonjang-ganjing proyek Trump-Hary Tanoe, rakyat dapat apa?
Tergusur proyek sekelas Disneyland, warga Cigombong tolak relokasi
Ini fasilitas resor kelas dunia Donald Trump - Hary Tanoe di Lido

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini