Tak seksi tanpa promosi

Selasa, 25 Desember 2012 12:05 Reporter : Sri Wiyanti
Tak seksi tanpa promosi bali. AFP PHOTO/ SONNY TUMBELAKA

Merdeka.com - Tempat wisata alam, budaya, kuliner yang menjamur di Indonesia, ternyata belum mampu mendongkrak jumlah wisatawan untuk berkunjung dan menikmati pesona pariwisata di dalam negeri.Operator pariwisata terkemuka di dunia Accor menilai lesunya bisnis wisata di Indonesia karena kurang mendapat dukungan promosi Pemerintah.

"Dibandingkan dengan negara-negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura, dana yang dianggarkan Indonesia untuk promosi pariwisata sangat kurang," kata Wakil Presiden Accor Group Indonesia-Singapura-Malaysia, Gerard Guillouet.

Pemerintah Indonesia harus mempertimbangkan untuk menaikkan anggaran promosi pariwisata Indonesia, apabila ingin potensi pariwisata mendukung pertumbuhan ekonomi.Untuk mengembangkan sektor pariwisata di Negara dengan 17,504 pulau, perbaikan infrastruktur dan pengembangan transportasi publik ramah lingkungan sangat dibutuhkan.

"Sejauh yang saya lihat, negara ini masih sangat kurang dalam hal pengembangan infrastruktur," katanya.

Sampai saat ini, pasar pariwisata Indonesia belum tergali dengan baik. Pemerintah dinilai hanya fokus pada infrastruktur pariwisata kota besar. Padahal, Indonesia bukan hanya Jakarta, Bali, Lombok, atau Toraja.

Gugusan pulau indah di Indonesia terbentang dari Sabang sampai Meuroke, ada Raja Empat yang menawarkan daya tarik alam bawah laut, ada pulau Nias yang menawarkan keindahan pantai dan ombak. Namun sayang, untuk mencapai kawasan tersebut wisatawan harus mengeluarkan dana yang jauh lebih mahal, ketimbang melancong ke Singapura dan Malaysia, bahkan Phuket, Thailand sekalipun.

Situs www.indonesia.travel yang mengusung wonderful Indonesia, sebagai pintu gerbang wisatawan untuk mencari tahu soal pariwisata dalam negeri, tidak memberikan informasi yang terbaru terkait dunia pariwisata Indonesia. Padahal, situs ini menjadi cara yang bisa digunakan untuk promosi pariwisata Indonesia mulai Sabang sampai Meuroke.

Peneliti Ekonomi Madya Bank Indonesia Denpasar, Sunarto, pertumbuhan bisnis pariwisata hotel dan restoran Bali pada triwulan ketiga tahun ini hanya 5,41 persen, turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu yaitu 5,95 persen.

Jumlah kunjungan langsung turis asing ke daerah pariwisata yang sangat diminati dibandingkan daerah lain ini, pada triwulan tiga 2012 hanya mencapai 756.523 orang, berkurang 3,18 persen dibanding triwulan sebelumnya yang masih mampu tumbuh positif 1,28 persen (yoy).

Pelaku usaha pun mengeluhkan kecenderungan penurunan lama tinggal wisatawan. Namun, berkurangnya kunjungan pelancong luar negeri, bisa dalam negeri bisa membantu meningkatnya tingkat hunian kamar hotel berbintang di daerah Bali yakni tercatat 62,22 persen. Angka itu lebih tinggi dibanding triwulan sebelumnya yang 61,18 persen.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu mengaku pihaknya terus berkoordinasi dengan kementerian pekerjaan umum dan perhubungan untuk perbaikan infrastruktur di daerah yang potensial dikembangkan menjadi tujuan tempat wisata. Selain infrastruktur, pihaknya menfokuskan adanya konektivitas dari penerbangan, kapal laut, sampai kereta api untuk memudahkan wisatawan datang.

Pihaknya, kata Mari, terus melakukan pendekatan dengan Pelindo III, biar bisa menarik kapal pesiar merapat ke berbagai wilayah pariwisata dalam negeri. Pemerintah menyiapkan delapan pelabuhan agar bisa menjadi tempat persinggahan kapal pesiar.

"Dorong cruise ship kapal pesiar. Jadi kapal pesiar sudah ada 8 pelabuhan yang akan dikembangkan 2014 untuk bisa menampung kapal pesiar yang besar.".

Contohnya, Pelindo III diminta melakukan pengembangan Pelabuhan Benoa, Bali, sebagai jalan meningkatkan kunjungan wisatawan asing lewat kapal pesiar (cruise). [arr]

Topik berita Terkait:
  1. Jakarta
  2. Kaleidoskop 2012
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini