Tak proaktif perdagangan bebas, Indonesia ditinggal investor

Selasa, 17 Maret 2015 20:57 Reporter : Saugy Riyandi
Tak proaktif perdagangan bebas, Indonesia ditinggal investor

Merdeka.com - Indonesia tak lagi dipandang sebagai tempat menarik untuk investasi skala besar. Alasannya, Indonesia terlalu ketat dalam pelaksanaan ekspor.

Direktur Jenderal kerja Sama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Bachrul Chairi mengatakan Indonesia tidak lagi menarik di mata investor karena tidak melaksanakan perundingan kerja sama perdagangan bebas. Dari penuturannya, investor mulai enggan menanamkan modalnya di Indonesia.

"Jadi kesimpulan dasarnya adalah Indonesia ini sekarang dianggap bukan tempat yang menarik untuk investasi dalam skala yang besar karena Indonesia kurang proaktif dalam rangka membuka pasar ekspor kita melalui perundingan-perundingan FTA atau bilateral regional," ujar dia yang ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (17/3).

Perusahaan besar yang ingin menanamkan investasinya tidak lagi melihat kekuatan pasar Indonesia, dalam hal ini jumlah penduduk. Investor kini berorientasi agar hasil produksinya bisa diekspor. Atas dasar itulah, Kemendag mencoba mereview posisi Indonesia dalam berbagai perundingan perdagangan bebas.

"Tadi keputusan utamanya adalah Bapak Menko Perekonomian (Sofyan Djalil) mengarahkan kita semua untuk salah satu reformasi kebijakan di sini, yakni memetakan kembali setiap perundingan, antara lain setiap perundingan itu adalah Indonesia di dalam ASEAN misalnya ASEAN FTA+1," kata dia.

Bachrul menegaskan, Kemendag punya waktu dua bulan untuk mengevaluasi perundingan perjanjian bebas yang dijalankan Indonesia. Salah satu yang dievaluasi adalah kebijakan fiskal yang dinilai menjadi penghambat daya saing produk nasional.

Dia mencontohkan bea masuk Tuna di Indonesia dikenakan pajak 22,5 persen. Sedangkan Thailand dan Filipina menerapkan pajak nol persen. "Akibatnya kita sulit bersaing dan ekspor terhambat," pungkas dia. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Ekspor Impor
  3. Kemendag
  4. Investasi
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini