Tak Perlu Panik, Stok Gandum untuk Produksi Mi Instan Cukup untuk 2 Bulan ke Depan

Kamis, 11 Agustus 2022 17:21 Reporter : Merdeka
Tak Perlu Panik, Stok Gandum untuk Produksi Mi Instan Cukup untuk 2 Bulan ke Depan Mie instant. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan stok gandum di dalam negeri untuk produksi mi instan cukup untuk dua bulan lebih. Ini diutarakan pasca timbul kekhawatiran atas berkurangnya pasokan dan kenaikan harga gandum, yang jadi bahan baku pembuatan tepung terigu untuk mi instan.

"(Stok gandum) cukup untuk dua bulan lebih," kata Plt Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Syailendra di Jakarta, Kamis (11/8).

Syailendra meyakini, pasokan gandum dari sejumlah negara penghasil seperti Australia, Brasil, Argentina, dan India akan kembali membesar pada Oktober 2022 mendatang.

"Gandum itu InsyaAllah di Oktober ini sudah panen semua, dan itu (harganya) akan turun, dan sekarang cenderung turun," ujar dia.

Lebih lanjut, Syailendra pun tidak terlalu mempermasalahkan kenaikan harga gandum bakal turut menekan harga mi instan di pasaran nasional.

Pasalnya, porsi gandum dan tepung terigu dalam ongkos produksi produk mi instan menurut perhitungannya hanya sebesar 15 persen.

"Gandumnya sendiri, tepung terigu itu hanya 15 persen kontribusinya pada cost production mi instan. Selebihnya ada packaging, itu bisa 30-40 persen," terang dia.

2 dari 2 halaman

Update Terbaru Harga Mi Instan di Alfamart dan Indomaret

Harga gandum dunia mengalami kenaikan yang sangat tinggi yang dipicu perang antara Rusia-Ukraina. Selama ini, Ukraina terkenal dengan produsen gandum, yang mengirim produknya ke berbagai negara belahan dunia.

Kenaikan harga gandum tentu akan mempengaruhi produksi mi instan di Indonesia, karena bahan baku makanan khas anak kosan tersebut berbahan baku gandum.

Mengenai isu kenaikan harga mi instan, Menteri Pertanuan Syahrul Yasin Limpo meminta masyarakat untuk berhati-hati akan adanya kenaiakan harga mi instan. Digadang-gadang harga mie instan akan naik sebanyak 3 kali lipat dari harga normal karena pasokan gandum mengalami masalah akibat geopolitik.

Hasil pantauan Merdeka.com di e-commerce seperti Shopee rata-rata harga mi instan Rp2.590 per bungkus. untuk merek mi instan seperti Indomie dibandrol harga Rp2.590 hingga Rp2.998 semua varian. Sedangkan harga mi instan Sedaap Rp2.790 hingga Rp 3.200. Sementara untuk harga mi instan seperti, Samyam yaitu Rp17.488 hingga Rp22.488 semua varian, Nongshim Rp10.488 – Rp23.988 semua varian.

Dikutip dari Klik Indomaret, rata-rata harga mi instan di Indomaret, dibandrol Rp3.000 hingga Rp4.500 per bungkus, seperti harga Supermi Nutrimi mi goreng Rp4.500, Sedap Singapore Spicy Laksa dan Indomie Goreng Ayam Pop Rp3.000. Sedangkan untuk harga Nongshim Rp20.500 per bungkus.

Sementara untuk harga mi instan di Alfamart, terpantau harganya tidak jauh berbeda dengan Klik Indomaret. Mulai dari Rp3.000 hingga Rp4.500, seperti Indomie Soto Rp3.000 per bungkus, Indomie Goreng Rendang Rp3.100, Mie Sukses Ayam Kremes Rp4.100, dan Supermi nutrimi goreng Rp4.500. Harga Lemonilo goreng rendang saat ini Rp9.700.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com [idr]

Baca juga:
Update Terbaru Harga Mi Instan di Alfamart dan Indomaret
Stok Gandum Dunia Mulai Melimpah, Mendag Sebut Harga Mi Instan Turun Mulai Oktober
Menikmati Mie Instan Warung Kopi di Tengah Kenaikan Harga Gandum Dunia
Asal Usul Mi Instan dan Merek Pertama di Indonesia
Harga Mi Instan Mulai Naik, Cek Detailnya di Sini

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini