Tak melulu buruk, ini daftar keuntungan dari rokok

Kamis, 12 Mei 2016 07:00 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Tak melulu buruk, ini daftar keuntungan dari rokok Ilustrasi merokok. Shutterstock/Aleshyn_Andrei

Merdeka.com - Bicara soal tembakau tak bisa dipisahkan dari sejarah kejayaan di zaman kolonial Belanda dan bisnis industri rokok era tradisional hingga modern. Budidaya tembakau mulai dilakukan Belanda ketika menjajah Indonesia.

Saat itu, Belanda sengaja menumbuhkembangkan tembakau Indonesia yang diakui punya kualitas nomor wahid untuk bahan baku rokok baik cigarette maupun cerutu. Terangkatlah nama Tembakau Deli hingga ke benua biru, Eropa.

Meskipun dalam perjalanannya mengalami pasang surut, industri tembakau lokal tetap bertahan. Kekuatannya terletak dari tingginya konsumsi rokok di masyarakat. Indonesia adalah negara ketiga konsumsi rokok terbesar dunia setelah China dan India. Tidak heran jika omzet bisnis industri tembakau nasional bisa mencapai bernilai triliunan Rupiah.

"Omzet bisa hampir Rp 500 triliun," ujar Wakil Ketua Asosiasi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) Budidoyo saat berbincang dengan merdeka.com.

Menteri Perindustrian Saleh Husin mengakui cukai rokok adalah salah satu penyumbang devisa negara yang sangat besar. Oleh karena itu pihaknya akan tetap mencari jalan tengah bagaimana industri rokok ini tetap bisa berjalan dengan baik.

Menteri Saleh menegaskan bahwa industri rokok kretek ini menjadi heritage bangsa Indonesia. "Ini budaya nenek moyang yang usianya ratusan tahun yang harus dipertahankan," pungkasnya.

Lalu, apa lagi untung dari industri rokok? Berikut merdeka.com akan merangkumnya untuk pembaca.

Baca Selanjutnya: Sumbang penerimaan cukai...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini