Tak Mau Ambil Risiko, Alasan Pemerintah Terapkan PPKM di Libur Natal dan Tahun Baru

Senin, 22 November 2021 14:50 Reporter : Anisyah Al Faqir
Tak Mau Ambil Risiko, Alasan Pemerintah Terapkan PPKM di Libur Natal dan Tahun Baru Menko Airlangga. istimewa ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengaku optimis dengan pertumbuhan ekonomi nasional tahun depan. Namun optimisme yang tinggi ini perlu diikuti dengan kewaspadaan akan melonjaknya kasus harian Covid-19.



Apalagi menjelang libur natal dan tahun baru (Nataru). Dia tak ingin pemerintah mengulang kesalahan yang sama dengan tahun lalu, di mana ada peningkatan kasus harian pada bulan Februari dan Maret 2021.



"Pengendalian terdekat ini saat Nataru yang tahun lalu menyebabkan angka Covid-19 naik di bulan Februari dan Maret," kata Airlangga dalam Webinar Prospek Ekonomi Makro dan Sektor Keuangan 2022, Jakarta, Senin (22/11). 



Saat ini, Airlangga mengatakan sudah 62 persen vaksin covid-19 dosis pertama telah disuntikkan dan lebih dari 40 persen untuk dosis kedua. Kondisi ini berbeda dengan tahun lalu, yang belum ada satupun masyarakat mendapatkan vaksin.



Walau demikian, pemerintah enggan ambil risiko. Sebab negara-negara Eropa yang telah mendapatkan vaksin 2 dosis tetap mengalami lonjakan kasus Covid-19. 

"Kita tetap tidak boleh lengah karena di Eropa yang sudah 2 kali vaksin hari ini masih menghadapi gelombang keempat," kata dia.

2 dari 2 halaman

Penerapan PPKM

Untuk itu, pemerintah mengambil keputusan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di seluruh Indonesia. Aturan ini akan mulai berlaku pada 24 Desember hingga 2 Januari 2022. 



Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara menambahkan, upaya tersebut dilakukan pemerintah untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus Covid-19. Sebab bila kasus harian kembali meningkat, akan mengganggu momentum pemulihan ekonomi nasional yang tengah berlangsung. 



"Kalau Covid-19 naik, mobilitas ekonominya bisa turun, tapi ketika Covid penularannya turun maka mobilitas bisa kita naikkan," kata dia. 

Sehingga, penting bagi pemerintah untuk tetap mewaspadai adanya peningkatan kasus. "Makanya kita harus jaga-jaga, jangan sampai penularannya kemudian meningkat lagi," kata dia mengakhiri. [idr]

Baca juga:
PPKM Level 3 di Akhir Tahun Dinilai Tak Berdampak Signifikan ke Pengusaha Ritel
PPKM Level 3 Saat Nataru, Pemerintah Buka Opsi Tutup Tempat Wisata Cegah Kerumunan
Ketua Korpri Imbau ASN Taat Larangan Cuti Akhir Tahun
Jelang PPKM Level 3, Gibran Segera Koordinasi dengan PHRI dan Asita
Natal Masih Menjadi Tanda Tanya di Eropa
Anggota DPR Minta Pemerintah Izinkan Tempat Usaha Tetap Buka Saat PPKM Level 3 Nataru

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini