Tak lagi pakai operator negara tetangga, warga Pulau Liran kini manfaatkan Telkomsel

Jumat, 29 September 2017 19:11 Reporter : Idris Rusadi Putra
Tak lagi pakai operator negara tetangga, warga Pulau Liran kini manfaatkan Telkomsel BTS. shutterstock

Merdeka.com - Sarana telekomunikasi dan broadband mutlak dibutuhkan di era modern seperti ini. Tak terkecuali bagi masyarakat yang tinggal di daerah terluar dan terdepan di Indonesia. Salah satu wilayah yang baru mendapatkan layanan telekomunikasi dari Telkomsel adalah Pulau Liran.

Pulau Liran merupakan salah satu pulau terluar Indonesia yang terletak di Selat Wetar dan berbatasan dengan negara Timor Leste, mata pencaharian penduduk umumnya adalah nelayan dengan populasi penduduk lebih dari 1.000 jiwa.

Warga pulau Liran, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) saat ini bisa memanfaatkan layanan Telkomsel sejak pengoperasian Base Tranceiver Station pertama di pulau terluar di Indonesia. Sejak BTS dioperasikan pada 8 Agustus 2017, warga beralih ke layanan Telkomsel sebagai satu-satunya operator seluler, mengingat selama ini warga menggunakan layanan operator negara tetangga Timor Leste.

Camat Wetar Barat, Emanuel menuturkan bahwa sebelum Telkomsel masuk ke Pulau Liran, masyarakat menggunakan layanan telekomunikasi dari Telemor. Ketika menggunakan Telemor, masyarakat Liran harus mengeluarkan kocek sekitar USD 1 untuk melakukan pembicaraan selama satu menit. Sedangkan untuk mengirimkan pesan melalui SMS, penduduk Pulau Liran mengeluarkan dana USD 1 untuk dua kali pengiriman. Itu pun tak semua wilayah Pulau Liran mendapatkan jangkauan Telemor. Untuk bisa mendapatkan jaringan telpon Telemor, masyarakat harus menempuh perjalanan sekitar 1 km.

"Namun kini dengan kehadiran Telkomsel, isi pulsa Rp 20.000 sudah bisa untuk telpon selama seminggu," terang Emmanuel.

Saat ini masyarakat setempat senang dan bangga dengan hadirnya layanan telekomunikasi dari Telkomsel. Sebab jaringan telekomunikasi dari Telkomsel Tak hanya sebagai pembuka keterisolasian Pulau Liran, tetapi juga membuktikan integritas dan harga diri bangsa Indonesia di hadapan bangsa Timor Leste. Emmanuel memiliki harapan yang besar agar jaringan Telkomsel bisa masuk ke Timor Leste.

"Kami senang setelah 72 tahun Indonesia Merdeka, baru kali ini masyarakat pulau Liran bisa menikmati layanan telekomunikasi dari operator asal Indonesia. Dahulu masyarakat Liran hanya bisa mendengar layanan sosial media. Namun kini kita sudah bisa merasakannya secara langsung layanan dari Telkomsel dengan harga yang terjangkau serta kualitas yang prima. Bahkan jaringan Telkomsel di Pulau Liran jauh lebih baik dibandingkan ibukota kabupaten," terang Emmanuel.

Warga pulau Liran lainnya, Christoper yang bertugas sebagai prajurit TNI mengungkapkan rasa terima kasih kepada Telkomsel, karena selama ini warga setempat berkomunikasi dengan layanan seluler operator dari negara tetangga dengan tarif Internasional roaming.

"Kami sangat bersyukur, Telkomsel melayani pulau terluar di Indonesia, jaringannya sangat baik dan tarifnya lebih murah dibandingkan jika menggunakan operator selular dari negara tetangga" katanya seperti dikutip Antara Jumat (29/9).

Melihat posisi strategis Pulau Liran yang berhadapan langsung dengan negara Timor Leste, Vice President ICT Network Management Telkomsel Area Pamasuka, Samuel mengatakan dalam waktu dekat, Telkomsel akan menggelar layanan 4G LTE.

"Kami mengakui untuk menghadirkan layanan telekomunikasi baru di pulau terluar seperti Pulau Liran memiliki banyak tantangan. Namun dengan semangat membangun negeri dalam memerdekakan Pulau Liran dari keterisolasian telekomunikasi, tantangan yang ada akan kami hadapi. Telkomsel juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu hadirnya Telkomsel di Pulau Liran, khususnya pemerintah daerah setempat, masyarakat serta semua pihak yang terlibat," tutup Samuel. [idr]

Topik berita Terkait:
  1. PT Telkom
  2. Jakarta
  3. Telco
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini