Tak ilegal seperti Pertamini, kini ada SPBU eceran resmi kantongi izin

Kamis, 7 September 2017 15:07 Reporter : Idris Rusadi Putra
Pom bensin Pertamini. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Merdeka.com - Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) secara resmi memperkenalkan bentuk usaha jenis Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) skema eceran atau mini untuk dijual ke masyarakat secara resmi.

Usaha SPBU mini ini dibidangi oleh Hiswana Migas bekerja sama dengan PT Pertamina Retail dengan menempatkan booth atau gerai kecil di lokasi strategis.

"Konsep bisnis retail ini bernama 'G-Lite' dengan menjual BBM jenis pertalite atau dengan kadar oktan 90. G-Lite ini untuk menegaskan adanya SPBU mini yang legal, di mana ada konsep lainnya seperti 'Pertamini' yang diketahui hal tersebut adalah ilegal," ucap Ketua Umum Hiswana Migas Eri Purnomo Hadi seperti dikutip dari Antara di Jakarta, Kamis (7/9).

G-Lite telah mengantongi lisensi dari Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas). Lisensi tersebut mencakup kualitas BBM, keamanan, distribusi agen resmi serta izin lokasi menaruh booth tersebut.

Satu perlengkapan booth memiliki spesifikasi ukuran 1,12 meter x 1,12 meter x 2,15 meter. Terdapat kanopi, gelas ukur 5 liter, pompa manual, nozzle bensin dan penampung oli. Setiap booth memiliki nomor seri unik.

Operator juga akan mendapatkan pelatihan pengisian BBM sesuai standard serta kemampuan antisipasi kebakaran. Untuk biaya investasi per booth adalah Rp 15 juta.

Harga jual G-Lite adalah Rp 9.000 per liter, sedangkan harga BBM sampai kepada peretail adalah Rp 7.500, sehingga para retailer akan memiliki margin keuntungan Rp 1.500 per liter, dengan catatan harga tersebut berlaku di Jawa.

Di Jabodetabek sudah terdapat sebanyak 28 booth G-Lite. PT Pertamina (Persero) sendiri sudah mengakui serta meresmikan bahwa SPBU Mini G-Lite merupakan BBM resmi di bawah kelola PT Garuda Mas Energi.

General Manager Pertamina Marketing Operation Regional III Muhammad Irfan mengatakan Pertamina berperan sebagai supplier dari BBM itu sendiri.

"Kita ketahui ada di luar sana usaha 'Pertamini' yang mencatut plesetan nama Pertamina yang ilegal, keamanan dan kualitas BBM tidak bisa dipertanggungjawabkan, kini ada G-Lite yang resmi," kata Irfan. [idr]

Topik berita Terkait:
  1. SPBU
  2. Pertamina
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.