Tak Hanya Perang Ukraina, Ketegangan China-Taiwan Bisa Ganggu Harga Komoditas

Senin, 8 Agustus 2022 11:48 Reporter : Anisyah Al Faqir
Tak Hanya Perang Ukraina, Ketegangan China-Taiwan Bisa Ganggu Harga Komoditas Inflasi Bahan Pokok. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu mengatakan, ketegangan antara China dan Taiwan menjadi fokus di samping konflik geopolitik Rusia-Ukraina yang kini masih terus berlangsung di daratan Eropa. Sebab, ketegangan dua negara ini bisa kembali mendongkrak harga komoditas.

Pemerintah tak ingin semata-mata hanya memantau perang yang terjadi di Ukraina saja. Namun, tensi antara beberapa blok dari negara-negara maju maupun negara berkembang pun harus terus dipantau.

"Terakhir misalnya kita juga melihat bagaimana potensi konflik yang sedang terjadi, kita harapkan tidak dieskalasi untuk di region kita. Seperti di Taiwan, dalam konteks kunjungan (Nancy) Pelosi ke Taiwan kemarin," ujarnya dalam sesi taklimat media, Senin (8/8).

"Ini akan terus kita pantau, karena risikonya terhadap harga komoditas dan juga pemulihan ekonomi di banyak negara, dan kita lihat bagaimana Indonesia akan merespon," ungkap Febrio.

Sorotan berikutnya, Febrio mengamati aktivitas Purchasing Managers Index atau PMI manufaktur global yang tumbuh melambat. PMI manufaktur global per Juli 2022 melemah jadi 51,1 dari sebelumnya 52,2 per Juni 2022, atau jadi yang terendah dalam 24 bulan terakhir.

"Pelemahan kinerja terutama didorong oleh penurunan tingkat permintaan dan ekspor, serta tingkat output yang tidak berubah," imbuh dia.

Sementara untuk laju ekspansi manufaktur Indonesia menguat ke 51,3 pada Juli 2022, dari sebelumnya 50,2 per Juni 2022, menjadi catatan tertinggi dalam tiga bulan terakhir. "Di region Asean, Indonesia kembali menguat setelah ekspansi cukup lama dalam berapa bulan terakhir sejak keluar dari dampak varian delta akhir tahun lalu," kata Febrio.

Secara perbandingan, PMI manufaktur Indonesia per Juli 2022 masih lebih baik dibanding banyak negara dunia. Di wilayah Asean, indonesia memang masih lebih rendah dibanding Thailand (52,4), tapi masih lebih tinggi ketimbang Vietnam (51,2), Filipina (50,8), dan Malaysia (50,6).

Indonesia juga masih di bawah India (56,4), Amerika Serikat (52,2) dan Jepang (52,1). Tapi masih lebih kuat daripada China (50,4), Rusia (50,3), Korea Selatan (49,8), dan Uni Eropa (49,8).

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com [azz]

Baca juga:
Sri Mulyani: Ketegangan China dan Taiwan Buat Dunia Makin Tidak Aman
Moeldoko Ajak Rakyat Bersiap Hadapi Ancaman Krisis Pangan
Dapat Bocoran dari IMF, Jokowi: Tahun Ini akan Sangat Sulit, Tahun Depan Bakal Gelap
Dunia di Ambang Bencana Kelaparan, Jutaan Nyawa Terancam Melayang
Strategi Negara di Eropa Hadapi Krisis Energi
Ekonomi RI Kuat Bertahan di Tengah Ancaman Resesi Global

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini