Tak hanya BBM, pemerintah kaji penerapan gas satu harga di Indonesia

Rabu, 24 Januari 2018 14:37 Reporter : Anggun P. Situmorang
Tak hanya BBM, pemerintah kaji penerapan gas satu harga di Indonesia pipa gas. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) berencana menyeragamkan harga gas rumah tangga di seluruh Indonesia. Penetapan gas satu harga antara gas yang dihasilkan PT PGN dan PT Pertagas Niaga, rencananya akan rampung tahun ini.

"Jadi kita ingin mencoba harga ini diangkat sama-sama, PGN dan Pertagas Niaga jadi satu harga begitu. Sebetulnya PGN harga di bawah 3.000 itu rugi," ujar Anggota Komite BPH Migas, Jugi Prajogio di Kantornya, Jakarta, Kamis (24/1).

Jugi mengatakan, kisaran harga gas untuk rumah tangga tidak mampu (RT1) akan diseragamkan di angka Rp 4.500 sampai Rp 5.000 per metrik. Sementara untuk rumah tangga mampu (RT2) diseragamkan pada kisaran Rp 6.000 sampai Rp 6.500 per metrik ton.

"RT1 bisa antara Rp 4500 sampai Rp 5000 nanti. RT2 itu bisa Rp 6.000 sampai Rp 6.500. Itu harapan kami ya. Nasional itu bisa di situ. Tapi akan hitung lagi ya," jelas Jugi.

Jugi menjelaskan, selama ini memang ada perbedaan harga gas yang dihasilkan oleh PT PGN dan PT Pertagas Niaga. Perbedaan tersebut dipicu oleh kemampuan menggarap jaringan gas dan melayani konsumen di mana PGN mengerjakan sendiri dengan SDM yang dimiliki sementara Pertagas Niaga menggandeng BUMD.

"Salah satunya PGN menggunakan direct SDM, dia menggunakan orang orang PGN melayani konsumen. Tetapi Pertagas Niaga diminta ESDM harus menggandeng BUMD, dikasih ke BUMD tidak dikembangkan lebih lanjut akhirnya dikembalikan kepada BUMN," jelasnya.

"Kemudian, distribusi. Itu mungkin tergantung daripada panjang distribusi nya. Komponen lain, operation dan maintenance itu berbeda. Kemudian Margin, margin sudah ditetapkan kurang lebih di bawah 5 persen. Faktor faktor ini yang membuat harganya berbeda. Nanti akan kita buat harganya kurang lebih sama di mana-mana," tandasnya. [azz]

Topik berita Terkait:
  1. BPH Migas
  2. Gas Bumi
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini