Tahun depan, OJK wajibkan bank tingkatkan pengawasan anak usaha

Senin, 18 November 2013 12:38 Reporter : Novita Intan Sari
OJK. ilustrasi - Shutterstock - Lucas Art

Merdeka.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bakal menerapkan aturan yang mewajibkan perusahaan jasa keuangan untuk meningkatkan pengawasannya kepada setiap anak usahanya pada awal 2014. Ketentuan tersebut dikeluarkan untuk mendukung penciptaan konglomerasi bisnis keuangan yang sehat dan kuat di Indonesia.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman Darmansyah Hadad, mengatakan pihaknya akan memberlakukan peraturan mengenai manajemen risiko dan pengembangan sumber daya manusia yang terintegrasi terlebih dahulu kepada diperbankan, awal tahun depan. OJK meminta anggota direksi suatu bank untuk memantau, mengawasi dan juga melaporkan kinerja anak perusahaan.

"Biasanya stigma anak usaha sebagai tempat parkir aset perusahaan, jadinya induk usaha harus mengirimkan orang dengan kualitas prima jangan anak usaha dikasih orang dengan kualitas dua atau tiga," ujarnya saat acara "Outlook Ekonomi 2014", Jakarta, Senin (18/11).

Bersamaan dengan itu, OJK juga mewajibkan adanya penerapan manajemen risiko yang sama atau terintegrasi antara perusahaan induk dan anak usahanya. Termasuk didalamnya, perusahaan induk harus meningkatkan modal agar bisa memenuhi kebutuhan anak usahanya.

"Kecukupan modal bank harus mampu meng-cover kecukupan modal dan profil risiko yang ada pada anak-anak perusahaannya. Aturan ini nantinya juga akan berlaku bagi induk usaha non-bank, seperti asuransi," katanya.

Menurutnya, konglomerasi bisnis keuangan di Indonesia sudah terlihat. Ini membuat peraturan terkait manajemen risiko dan pengembangan sumber daya manusia yang terintegrasi mutlak diperlukan.

"Bukannya konglomerasi tidak boleh, tetapi harus membangun konglomerasi yang sehat dan kuat, yang tidak menimbulkan instabilitas nantinya di masa yang akan datang. Pertumbuhan konglomerasi ini harus dijaga dengan manajemen risiko yang lebih memadai dan pengawasan yang lebih terintegrasi," jelasnya. [yud]

Topik berita Terkait:
  1. OJK
  2. Perbankan
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini