Swasta Dinilai Tak Minat Bangun Ibu Kota Baru Saat Ekonomi Dunia Tak Menentu

Rabu, 11 September 2019 15:40 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Swasta Dinilai Tak Minat Bangun Ibu Kota Baru Saat Ekonomi Dunia Tak Menentu Ekonom Indef Bhima Yudhistira Adinegoro Soal Ibu Kota Baru. ©2018 Merdeka.com/Siti Nur Azzura

Merdeka.com - Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira, mengatakan pihak swasta tidak terlalu tertarik untuk terlibat dalam proyek pembangunan ibu kota baru. Salah satu penyebab, sebut dia, terkait dengan kondisi ekonomi global yang sedang mengalami penurunan.

Diketahui, dalam rancangan pemerintah, biaya pembangunan ibu kota baru yang berasal anggaran negara sebesar 19 persen. Sisanya pemerintah akan mengundang keterlibatan badan usaha.

"Infrastruktur bangun sana sini, swasta tuh tidak banyak yang minat. Soalnya kondisi ekonomi sekarang lagi tidak enak," kata dia, di Jakarta, Rabu (11/9).

Selain itu, jangka waktu balik modal yang panjang, lanjut Bhima, juga menjadi alasan pihak swasta tidak terlalu berminat pada proyek infrastruktur.

"Dan infrastruktur itu proyek yang jangka panjang sekali baru kembali modal," imbuhnya.

Hal tersebut, kata dia, diperkuat dengan laporan Bank Dunia, yang menyatakan pihak swasta hanya berkontribusi 10 persen dari total proyek infrastruktur. "Faktanya dari data Bank Dunia pernah bilang, keterlibatan swasta dalam proyek infrastruktur kurang dari 10 persen. Jadi 100 persen kue itu, 10 persen itu swasta," ujar dia.

"Itu kan sebenarnya ada di dalam laporan Bank Dunia pada waktu itu dia mengevaluasi infrastruktur. Infrastruktur di Indonesia. Jadi dalam range yang cukup panjang. Kalau tidak salah dalam kurun waktu 10 tahun terakhir," tandas Bhima.

Sebelumnya, Bhima mengatakan saat ini kondisi global sedang menghadapi ancaman resesi. Fakta ini harus menjadi pertimbangan pemerintah untuk mengkaji lagi rencana pemindahan ibu kota baru. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini