Survei: Milenial Ingin Menabung, Tapi Banyak yang Tak Bisa

Selasa, 29 Desember 2020 06:30 Reporter : Merdeka
Survei: Milenial Ingin Menabung, Tapi Banyak yang Tak Bisa generasi milenial. ©2018 istimewa

Merdeka.com - Menurut laporan dari Usa Today atau Bank of America Better Money Habits yang melakukan survei terhadap 1.001 orang berusia 18-34 tahun, mengungkapkan adanya ketidakselarasan antara cara berpikir milenial tentang keuangan dan apa yang sebenarnya dapat mereka capai.

Generasi milenial saat ini masih terjebak dengan pola pikir tentang bagaimana bertanggung jawab secara finansial dan keinginan disiplin untuk mencapai hasil keuangan jangka panjang. Kebanyakan dari responden tersebut menyatakan bahwa mereka memiliki perilaku finansial baik, tetapi masih banyak yang mengkhawatirkan kondisi keuangannya.

Selain itu millenial juga berkekspektasi bahwa keuangan mereka setidaknya akan membuat mereka lebih kaya. Atau setidaknya tidak lebih dari generasi sebelumnya. Namu sepertiganya masih mendapatkan dukungan finansial dari orangtua masing-masing.

Di mana saat pasar kerja perlahan-lahan membaik, upah tetap relatif stagnan, dan kaum milenial masih harus menghadapi beban finansial yang signifikan untuk dihadapi. Salah satunya adalah terus meningkatnya harga beli atau sewa sebuah properti.

Selain itu, survei juga melihat bagaimana kaum milenial melihat arti definisi sebuah kesuksesan. Sebanyak 70 persen, menyatakan bahwa sukses itu dapat membeli apapun, berpergian kemanapun.

Sebanyak 40 persen mengatakan karir yang sukses juga bermanfaat bagi orang lain. Lalu apa saja pola pikir generasi milenial ini?

Anda melihat banyak pengambilan keputusan berbasis nilai dalam hal karier dan di mana mereka ingin bekerja dan mencari makna dalam kehidupan.

"Di mana hal itu menandakan, bahwa milenial membuat keputusan tidak hanya berdasarkan keuangan," Andrew Pleper.

Erin Lowry, blogger keuangan berusia 25 tahun di brokemillennial.com, mengatakan sebagian besar pendapatannya digunakan untuk pengalaman seperti menonton drama atau bepergian bersama dengan teman-temannya.

"Saya sendiri cenderung untuk hanya menghabiskan uang untuk berada di sekitar orang dan pergi keluar,"kata Lowry.

Walaupun demikian, Lowry sendiri tahu bahwa kondisi finansialnya jauh di depan kebanyakan rekannya. Lowry sendiri mampu menyisihkan keuangan hasil pendapatan untuk melakukan investasi, yang membuatnya memiliki fleksibilitas finansial untuk pengeluara sehari-hari.

Tapi hal itu pun dinilainya bukan tanpa usaha pengorbanan. Dirinya memilih banyak menyisihkan anggaran untuk makan di luar dengan hampir setiap hari memasak di rumah dan membawa makanan ke kantor, daripada membeli.

Baca Selanjutnya: Prioritas Kebutuhan Jangka Pendek...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini