Survei IFC: Partisipasi Perempuan Punya Peran Penting untuk Kesuksesan Perusahaan

Kamis, 27 Juni 2019 12:11 Reporter : Merdeka
Survei IFC: Partisipasi Perempuan Punya Peran Penting untuk Kesuksesan Perusahaan Ilustrasi bekerja. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - International Finance Corporation (IFC) selaku anggota dari Kelompok Bank Dunia (World Bank) menilai, kehadiran perempuan dalam jajaran direksi di sebuah perusahaan memiliki peran penting terhadap kesuksesan sebuah korporasi.

Senior Country Officer IFC Indonesia, Jack Sidik mengemukakan, perusahaan-perusahaan dengan lebih banyak perempuan dalam keanggotaan dewannya menunjukkan kinerja keuangan yang lebih baik. Namun, dia mencermati, partisipasi perempuan di level management sangat kurang di Indonesia jika dibanding dengan negara ASEAN lain.

"Dalam research yang kita lakukan ini, sudah menunjukkan bahwa lebih banyak perempuan di senior management dan di board level, itu banyak sekali benefitnya kepada perusahaan itu sendiri. Dan menurut kita, dengan lebih banyaknya partisipasi perempuan, bukan hanya baik buat perusahaan, tapi juga buat negara Indonesia," tuturnya di Jakarta, Kamis (27/6).

Menurut penelitian IFC berjudul Keanekaragaman Gender Dewan Perusahaan di ASEAN, perusahaan yang memiliki lebih dari 30 persen anggota dewan perempuan melaporkan rata-rata Tingkat Pengembalian Aset atau Return of Assets (ROA) sebesar 3,8 persen. Itu lebih besar dari perusahaan yang tidak memiliki anggota dewan perempuan, dengan ROA sebesar 2,4 persen.

Demikian pula dengan Rasio Pengembalian Ekuitas atau Return of Equity (ROE), perusahaan-perusahaan yang memiliki lebih dari 30 persen anggota dewan perempuan melaporkan rata-rata ROE sebesar 6,2 persen. Sedangkan perusahaan-perusahaan yang memiliki dewannya hanya beranggotakan pria hanya melaporkan ROE sebesar 4,2 persen.

Penelitian ini mensurvei lebih dari 1.000 perusahaan yang berada di Cina dan enam negara yang tergabung dalam Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), yakni Indonesia, Malaysia. Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Thailand memiliki keragaman gender terbesar, di mana perempuan memegang sekitar 20 persen kursi dewan di perusahaan terbuka. Diikuti oleh Indonesia dan Vietnam, dimana keduanya sekitar 15 persen.

Di antara perusahaan-perusahaan ASEAN yang disurvei, hampir 40 persen tidak memiliki anggota dewan perempuan dan hanya 16 persen yang memiliki lebih dari 30 persen perwakilan perempuan di dewan.

Dalam hal keterwakilan perempuan di dewan, Indonesia setara dengan rata-rata ASEAN (14,9 persen). Namun, Indonesia tertinggal dalam hal jumlah jumlah perempuan yang menduduki posisi manajemen senior (18,4 persen), jauh di bawah rata-rata ASEAN yaitu 25.2 persen.

Di Indonesia, menurut penelitian ini, tiga industri teratas yang memiliki persentase jumlah anggota dewan perempuan tertinggi yakni bidang perindustrian (26 persen), real estate (20 persen), dan kebutuhan pokok konsumer (15 persen).

Lebih lanjut, Jack Sidik mengatakan, dengan memanfaatkan potensi besar yang dimiliki oleh para perempuan dalam dunia bisnis, maka perusahaan-perusahaan ASEAN dapat menjadi lebih kuat, berkelanjutan, dan lebih menarik bagi investor.

"Nantinya, perusahaan-perusahaan ini akan membantu tercapainya pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, meneruskan lompatan kemajuan di kawasan yang selama beberapa dekade terakhir ini telah membawa jutaan orang keluar dari kemiskinan," tukas dia.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com [idr]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini