Survei: Didominasi Kalangan Menengah, Pasar Properti di 2020 Lebih Bergairah

Rabu, 13 November 2019 14:28 Reporter : Idris Rusadi Putra
Survei: Didominasi Kalangan Menengah, Pasar Properti di 2020 Lebih Bergairah Perumahan. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Survei Rumah.com Property Market Outlook 2020 memprediksi bahwa harga properti tetap mengalami kenaikan secara kuartalan maupun tahunan di tahun depan. Namun, optimisme penjual tidak sebesar tahun lalu jika dilihat dari suplainya.

Permintaan pasar masih akan tetap didominasi dari kalangan menengah dan menengah bawah. Namun, pelonggaran LTV dan PPnBM diharapkan dapat meningkatkan optimisme pasar properti kelas atas.

"Minat terhadap properti residensial seken hampir sama besar dengan properti residesial baru. Pencari hunian lebih mengutamakan lokasi dan sarana transportasi umum yang terdapat di sekitar hunian," ungkap Head of Marketing Rumah.com, Ike Hamdan di Jakarta.

Rumah.com Property Market Outlook 2020 menyajikan informasi properti secara komprehensif, mulai dari lokasi properti favorit konsumen, pergerakan median harga hunian baik perumahan maupun apartemen, dan sentimen masyarakat khususnya di tahun mendatang.

Ike mengatakan bahwa Rumah.com menyajikan lebih dari 400.000 data properti dijual dan disewa dari seluruh Indonesia dan diakses oleh lebih dari 5,5 juta pencari properti setiap bulannya.

"Dengan statistik tersebut, Rumah.com memiliki akurasi data yang cukup tinggi untuk mengetahui dinamika yang terjadi di pasar properti di Indonesia. Rumah.com bisa memberikan advokasi yang berkualitas bagi konsumen maupun pemangku kepentingan lainnya melalui informasi properti yang komprehensif, tepat dan akurat," jelas Ike.

1 dari 3 halaman

Suplai dan Harga Properti

Rumah.com Property Price Index menunjukkan indeks harga properti nasional sepanjang 2019 bergerak naik secara stabil. Ini berbeda dengan tahun sebelumnya, di mana harga properti di kuartal pertama 2018 justru turun secara kuartalan. Optimisme harga di kalangan penjual ini didorong oleh sentimen positif yang dimulai sejak pertengahan 2018, di mana indeks harga properti naik dengan percepatan dua kali lipat.

Sama seperti tahun lalu, indeks harga properti mengalami pergerakan yang moderat di paruh pertama. Indeks harga kuartal kedua (Q2) 2019 adalah 112,0 atau naik 2 persen secara quarter-on-quarter (q-o-q). Indeks harga pada Q3 2019 mengalami kenaikan 3 persen (q-o-q) menjadi 115,8 year-on-year (y-o-y), Indeks Harga di Rumah.com Property Market Index secara nasional pada Q3 2019 mengalami kenaikan sebesar 7 persen. Secara year-on-year, kenaikan ini mengalami percepatan sebesar 75 persen.

Seperti yang diprediksi di awal tahun 2019, dinamika pasar properti banyak dipengaruhi oleh pembangunan infrastruktur di sejumlah kawasan penyangga Ibu Kota, seperti Bekasi, Depok, Bogor, hingga Tangerang.

Sementara Indeks Suplai di Rumah.com Property Market Index menunjukkan optimisme pasar properti pada tahun 2019 dari sisi tidak sebesar dua tahun sebelumnya. Secara tahunan, suplai properti nasional berdasarkan Rumah.com Property Market Index Q3 2019 turun sebesar 5 persen menjadi 156,7.

"Meski demikian, dinamika pasar properti dalam satu tahun terakhir tetap mengikuti siklus properti tahunan, di mana suplai properti lebih tinggi pada kuartal-kuartal ganjil. Secara kuartalan, suplai pasar properti Q3 mengalami kenaikan sebesar 3 persen dibandingkan kuartal sebelumnya," tegas Ike.

Penurunan suplai properti yang paralel dengan kenaikan indeks harga menunjukkan pasar properti masih berjalan sesuai logika ekonomi, di mana bila terjadi serapan suplai yang lebih tinggi akan mendorong kenaikan harga yang lebih cepat pula. Pun demikian, indeks suplai yang secara rata-rata lebih rendah pada tahun 2019 dibanding tahun-tahun sebelumnya bisa juga menjadi indikasi bahwa pihak penjual atau suplier lebih menahan diri dalam merilis suplai baru.

Pengaruh ekonomi global dan pemilihan umum 2019 yang berjalan 'dramatis', khususnya pemilihan presiden, menjadi penyebab utama optimisme suplier tidak setinggi tahun-tahun sebelumnya. Penjual lebih fokus pada pemasaran suplai-suplai lama dengan memanfaatkan momentum perkembangan infrastruktur.

2 dari 3 halaman

Perilaku Konsumen Properti

Di sisi perilaku konsumen, Rumah.com Property Affordability Sentiment Index H2-2019 mencatat berbagai isu terkait properti seperti Survei Rumah.com Property Affordability Sentiment Index H2 2019 menunjukkan 64 persen responden mengaku sudah memiliki rumah dan 1 dari 3 responden yang sudah punya rumah, mengaku memiliki lebih dari satu.

Namun demikian, optimisme konsumen terhadap kondisi pasar properti mengalami penurunan. Sebanyak 55 persen responden berniat membeli rumah dalam enam bulan ke depan, jumlah ini turun dibandingkan survei yang sama tahun sebelumnya, di mana jumlahnya mencapai 59 persen.

Kepuasan terhadap iklim properti nasional masih cukup tinggi, yakni sebesar 61 persen. Namun, angka ini menurun jika dibandingkan survei tahun lalu yang mencapai 66 persen.

Sebanyak 49 persen dari total responden yang berniat membeli rumah adalah responden yang belum memiliki rumah. Sementara itu, sebanyak 22 persen yang berniat untuk melakukan upgrade atau peningkatan hunian (menjual rumah yang dihuni saat ini dan membeli rumah baru yang lebih besar/lebih strategis/lebih mahal).

Sebanyak 62 persen mencari hunian di bawah Rp500 juta, sementara 17 persen lainnya mencari hunian pada kisaran di atas Rp500 juta hingga Rp750 juta. Jumlah ini hampir sama dengan tahun lalu, di mana total kedua kelompok tersebut mencapai 80 persen.

Sedangkan 42 persen responden memilih pinjaman pembiayaan rumah berjangka waktu 11-15 tahun. Selanjutnya jangka waktu 6-10 tahun (30 persen), dan di atas 15 tahun (19 persen).

Sebanyak 48 persen responden mengaku lebih tertarik menggunakan cicilan syariah daripada cicilan konvensional dimana cicilan syariah sangat populer di kalangan responden usia milenial (56 persen) dan kalangan penghasilan rendah (59 persen).

Sebanyak 71 persen responden menyertakan kedekatan dengan sarana transportasi umum (halte, stasiun) sebagai satu di antara sejumlah pertimbangan dalam menentukan rumah yang ideal. 66 persen responden menyatakan ketersediaan sarana transportasi umum di sekitar rumah sebagai hal yang sangat penting.

"Survei Rumah.com Property Affordability Sentiment Index H2-2019 ini ditujukan untuk mengetahui respon pasar dari sisi permintaan sekaligus untuk menciptakan transparansi informasi untuk konsumen. Kami melakukan survei terhadap 1000 orang di kota-kota di Indonesia guna melihat tren yang terjadi dari sisi demand," ujar Ike.

3 dari 3 halaman

Sudut Pandang Rumah.com

Mengamati data Rumah.com Property Market Index dan data nasional, pasar properti nasional di tahun 2020 akan lebih positif, setelah tertahan di 2019. Hal yang perlu diantisipasi adalah Hari Raya Idul Fitri dan respon pasar terhadap situasi politik nasional serta ancaman ekonomi global.

Indeks harga properti hunian berdasarkan Rumah.com Property Market Index diperkirakan akan mengalami kenaikan pada kisaran 6-9% (y-o-y) pada akhir 2020. Sementara indeks suplai properti hunian berdasarkan Rumah.com Property Market Index diperkirakan akan mengalami pertumbuhan pada kisaran 5 persen (y-o-y) pada akhir 2020.

Kondisi ekonomi dan politik nasional tidak terlalu berpengaruh pada optimisme pengembang dalam hal penawaran harga. Sebaliknya, kedua hal tersebut tercermin dalam optimisme pengembang dari sisi suplai. Penjual sebaiknya fokus pada properti residensial kelas menengah dan menengah atas, dengan menonjolkan prospek investasi dan dukungan transportasi umum di sekitar properti.

Meski terjadi penurunan pada kepuasan terhadap iklim properti saat ini dibandingkan tahun lalu, secara umum kepuasan masyarakat masih tinggi. Sebanyak 55 persen responden Rumah.com Property Affordability Sentiment Index juga mengaku berencana membeli properti tahun depan. Meski demikian, berbelitnya proses pengurusan KPR, terutama untuk pekerja lepas, bisa menjadi penahan laju pasar properti nasional.

Kebijakan Pemerintah melonggarkan Loan To Value (LTV) atau uang muka untuk pembelian rumah kedua serta pelonggan PPnBM untuk rumah mewah bisa meningkatkan dinamika pasar properti menengah atas dan mewah, yang sedang lesu.

Ike menjelaskan bahwa secara umum pasar properti Indonesia di tahun 2020 mendatang tidak akan begitu terpengaruh dengan keadaan politik mengingat situasi politik yang lebih kondusif. Pasar properti diperkirakan akan lebih bergairah dan menuju pemulihan, ini merupakan kesempatan yang tepat untuk membeli properti, baik untuk dihuni atau dipakai sendiri maupun sebagai sarana investasi. [idr]

Baca juga:
Masih Mampukah Jakarta Sediakan Hunian Murah?
Survei BI: Pertumbuhan Harga Properti Residensial Masih Terbatas
Cocok untuk Milenial, SouthCity Tawarkan Apartemen The Parc Uang Muka Rp 50.000/Hari
Hotel Karya Pengusaha Asal Surabaya Ini Jadi Paling Diminati di Australia
Cipta Harmoni Gandeng Tifa Finance Beri Kredit Pemilikan Unit Merchand Hype Station

Topik berita Terkait:
  1. Perumahan
  2. Properti
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini