Survei: Di Asia Tenggara, angka perbudakan di Indonesia tertinggi

Rabu, 1 Juni 2016 08:03 Reporter : Moch Wahyudi
Survei: Di Asia Tenggara, angka perbudakan di Indonesia tertinggi Ilustrasi perbudakan. ©Shutterstock.com/ChameleonsEye

Merdeka.com - Sebanyak 736 ribu orang diperkirakan masih terperangkap dalam perbudakan modern di Indonesia. Itu merupakan angka perbudakan tertinggi di Asia Tenggara.

Disusul Myanmar 515.100 orang, Thailand (425.500), Filipina (401 ribu), Kamboja (256.800). Kemudian, Vietnam (139.300), Malaysia (128.800), Laos (20 ribu), Singapur (9.200), Timor Leste (3.500), dan Brunei (3.400).

Namun, jika dilihat dari perbandingan antara jumlah orang terperangkap dalam perbudakan modern dengan total populasi, Indonesia menduduki peringkat tujuh. Tingkat prevalensi tertinggi dimiliki Kamboja sebesar 1,6 persen.

Diikuti Myanmar (0,9 persen), Brunei (0,8 persen), Thailand (0,6 persen). Kemudian, Malaysia (0,4 persen), Filipina (0,4 persen), Indonesia (0,3 persen), Laos (0,3 persen), Timor Leste (0,3 persen), Singapura (0,2 persen) dan Vietnam (0,1 persen).

Hal tersebut terungkap dalam Indeks Perbudakan Global 2016 yang diterbitkan Walk Free Foundation. Organisasi bertujuan mengakhiri perbudakan dan perdagangan manusia tersebut melakukan 42 ribu wawancara dalam 53 bahasa di 25 negara, mewakili 44 persen dari populasi global. Itu termasuk 15 survei tingkat negara bagian di India.

"Para pemimpin negara-negara ekonomi utama di dunia harus menggalang kekuatan dunia usaha untuk terlibat mengatasi masalah perbudakan ini dengan memfokuskan perhatian meraka terhadap transparansi rantai pasokan," kata Andrew Forrest, Ketua sekaligus Pendiri Walk Free Foundation, dalam siaran pers, kemarin.

Secara total, studi itu menyebut sekitar 45,8 juta laki-laki, perempuan, dan anak-anak di seluruh dunia terperangkap dalam perbudakan modern. Meningkat 28 persen ketimbang perkiraan dibuat pada 2014.

Perbudakan modern tersebut mencakup perdagangan manusia, kerja paksa, pernikahan paksa, perbudakan berkedok pernikahan serta eksploitasi seksual komersial.

India merupakan negara dengan jumlah mutlak perbudakan modern tertinggi, perkiraan sebanyak 18,35 juta orang. Dibuntuti Tiongkok (3,39 juta), Pakistan (2,13 juta), Bangladesh (1,53 juta) dan Uzbekistan (1,23 juta).

Jika diakumulasi, perbudakan di lima negara tersebut mencapai 58 persen dari jumlah total perbudakan di dunia. [yud]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Perbudakan Buruh
  3. Tenaga Kerja
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini