Survei BI: Inflasi Awal Desember 0,3 Persen Dipicu Naiknya Harga Telur Ayam Ras

Jumat, 7 Desember 2018 14:55 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Survei BI: Inflasi Awal Desember 0,3 Persen Dipicu Naiknya Harga Telur Ayam Ras Telur. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Bank Indonesia memprediksi inflasi Desember berada di kisaran 0,3 persen. Ini berdasarkan hasil survei yang dilakukan BI di minggu pertama Desember.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Mirza Adityaswara menyebutkan, jika kondisi ini berlanjut di minggu selanjutnya maka inflasi secara tahunan atau year on year berada pada angka 2,81 persen. Artinya, inflasi 2018 berada di bawah angka 3 persen.

"Ini survei inflasi. Untuk minggu pertama Desember 0,3 persen secara month to month (mtm), ini minggu pertama. Kalau memang bisa bertahan di 0,3 persen maka year to date (ytd) inflasi 2,81 persen dan yoy 2,81 persen juga," kata Mirzha saat dijumpai di Mesjid Kompleks Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (7/12).

Inflasi tersebut naik tipis dibanding minggu pertama pada bulan sebelumnya yang hanya 0,27 persen. Dari hasil survei BI, Mirzha mengungkapkan ada beberapa harga komoditi yang terpantau harganya mulai naik di akhir tahun ini sehingga turut andil dalam menaikkan inflasi.

"Yang naik di minggu pertama secara mtm, telur ayam ras 8,5 persen, bawang merah 6,6 persen, wortel 11,6 persen, kacang panjang 7,1 persen. Yang agak turun ikan - ikanan," ujarnya.

Selain itu, beberapa komoditi yang harganya terpantau naik di awal Desember ini adalah beras, ikan bandeng, sawi hijau, tomat sayur, bayam. Kemudian udang basah dan ikan kembung.

Sementara itu, komoditas penyumbang deflasi di antaranya adalah cabai merah sebesar -0,02 persen, emas perhiasan -0,02 persen dan minyak goreng -0,01 persen.

"Kami, BI dan pemerintah pusat dan daerah berusaha supaya inflasi sampai akhir tahun bisa terjaga dengan baik. Kalau memang bisa dijaga di 0,3 persen maka kita akan memiliki inflasi di bawah 3 persen. Berarti kita bagus sekali bisa menjaga inflasi tiga tahun ini di sekitar 3 persen dan tahun ini bisa di bawah 3 persen, ujarnya.

Selain itu, dia menegaskan menjadi penting sekali menjaga inflasi di akhir tahun sebab banyak kegiatan belanja yang dilakukan oleh masyarakat. Terutama bagi yang merayakan Natal dan Tahun Baru.

"Ini penting sekali karena ini mendekati akhir tahun, mendekati natal bagi non muslim. Biasanya memang belanja mendekati akhir tahun lebh banyak aktivitas ekonomi juga lebih banyak, maka kita perlu menjaga inflasi bahan makanan supaya kita menjaga inflasi bisa rendah," tutupnya. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini