Survei: 70 Persen Masyarakat Ingin Bukber di Luar Rumah

Senin, 3 Mei 2021 16:22 Reporter : Sulaeman
Survei: 70 Persen Masyarakat Ingin Bukber di Luar Rumah Ilustrasi restoran. ©2012 Shutterstock/Csaba Vanyi

Merdeka.com - Survei Continuum Data Indonesia melaporkan perbincangan terkait tradisi buka puasa bersama (bukber) di jagat maya meningkat pesat di awal Ramadan 2021. Yakni mencapai lima kali lipat.

"Ini menunjukkan antusiasme masyarakat dalam melakukan tradisi buka puasa bersama atau bukber itu cukup tinggi," kata Big Data Analyst Continuum Data Indonesia, Muhammad Azzam dalam acara Diskusi Online Indef bertajuk Ekonomi Ramadan 2021, Lesu atau Bergairah? Analisis Perilaku Konsumen Melalui Pendekatan Big Data, Senin (3/5).

Selain itu, Survei juga mencatat sebanyak 70 persen masyarakat menginginkan kegiatan bukber dilakukan di luar rumah. Tertinggi di masjid yang mencapai 23,4 persen. Selanjutnya restoran sebanyak 19,2 persen, hotel 5,6 persen, sekolah 3,0 persen. Lalu, tongkrongan 2,9 persen, mal 2,4 persen, dan lainnya 9,6 persen.

"Jadi, hanya berkisar 30 persen masyarakat yang menginginkan untuk bukber di rumah," paparnya.

Azzam menjelaskan, tingginya antusias masyarakat untuk melakukan bukber tersebut lantaran mayoritas masyarakat menilai saat ini penularan Covid-19 dianggap mulai melandai. Sehingga, dinilai cukup aman untuk melakukan kegiatan bukber di luar rumah.

"Mengingat pada tahun lalu saat Ramadan (2020) kita di hadapkan dalam kondisi PSBB. Di mana restoran tidak boleh buka untuk melakukan bukber ini," ungkapnya.

Selain itu, saat ini, sejumlah kepala daerah di Indonesia telah memebrikan lampu hijau bagi masyarakat untuk melakukan bukber di bulan Ramadan. Tentunya dengan menerapkan protokol secara ketat untuk meminimalkan penularan virus corona jenis baru tersebut.

"Seperti Gubernur Jakarta Anies Baswedan juga memperbolehkan bukber di restoran. Asalkan mengikuti protokol kesehatan," ucap dia menekankan.

Sebagai informasi, periode pengambilan data survei tersebut dilakukan pada 1 April hingga 25 April 2021. Pendekatan digunakan melalui big data secara real time mencakup 1,204,102 pembicaraan di media sosial dari 934,671 akun media sosial. [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini