Survei: 50,2 Persen Masyarakat Kelas Menengah Alami Penurunan Pendapatan

Rabu, 28 Juli 2021 11:17 Reporter : Anisyah Al Faqir
Survei: 50,2 Persen Masyarakat Kelas Menengah Alami Penurunan Pendapatan Suasana jam pulang kantor di masa PSBB transisi. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Hasil survei yang dilakukan Inventure dan Alvara Research Center menunjukkan sebanyak 50,2 persen responden kelas menengah mengalami penurunan pendapatan selama pandemi Covid-19 berlangsung. Sementara dari sisi pengeluaran 49,1 persen tidak ada perubahan dibandingkan dengan masa sebelum terjadinya pandemi.

"Dari sisi pendapatan sebanyak 50,2 persen responden merasa mengalami penurunan. Sedangkan dari sisi pengeluaran responden merasakan sama saja," kata CEO Alvara Research Center, Hasanuddin Ali dalam Indonesia Industry Outlook 2nd Semester 2021, Jakarta, Rabu (28/7).

Hasanuddin menjelaskan dalam risetnya, kondisi pendapatan masyarakat kelas menengah sebagian mengalami penurunan. Namun ada juga masyarakat yang pendapatannya tetap, yakni sebanyak 45,1 persen. Selain itu juga ada 4,7 persen responden yang ternyata mengalami kenaikan pendapatan selama pandemi berlangsung.

Dari sisi kondisi pengeluaran, sebanyak 49,1 persen merasa biaya pengeluaran sama saja sebelum dan saat pademi Covid-19. Bahkan 38 persen responden menyatakan pengeluaran naik selama pandemi. Sedangkan responden yang kondisi pengeluaran menurun hanya 13 persen.

Sementara itu dari sisi kondisi tabungan dan investasi tidak banyak mengalami penurunan. Hasil survei menunjukkan 65 persen tabungan masyarakat turun dan 52,1 persen investasi juga turun.

"Dari sisi tabungan, 65 persen responden mengalami penurunan, sementara dari sisi investasi 52,1 persen responden merasakan penurunan," kata dia.

Lebih rinci, survei menunjukkan hanya 5,6 persen responden yang mengalami kenaikan tabungan dan 29,3 persen merasa tidak ada perubahan kondisi tabungan. Begitu juga dengan kondisi investasi, hanya 5,3 persen yang investasinya meningkat dan 42,7 persen yang kondisi investasinya tidak mengalami perubahan.

Hasanuddin mengatakan bila dibandingkan dengan survei pada September 2020, dari sisi pengeluaran, kondisi Juni 2021 dirasa lebih baik. Pada survei tahun lalu persentase pendapatan menurun 78,4 persen, sedangkan survei tahun ini 50,2 persen.

"Dengan hasil ini maka terlihat bahwa mereka kondisinya membaik," kata dia.

Sementara dari sisi tabungan dan investasi tidak terjadi perubahan penurunan yang signifikan bila dibandingkan dengan tahun lalu. Pada survei tahun lalu tabungan dan investasi masing-masing 66,8 persen dan 56,8 persen. Sementara pada tahun ini menjadi 65 persen dan 52,1 persen.

Sebagai informasi survei yang dilakukan Inventure-Alvara Research Center dilakukan pada Juni 2021 dengan melibatkan 532 responden. Mayoritas responden merupakan generasi milenial yang bekerja di perusahaan swasta dan pegawai BUMN yang merupakan kelompok masyarakat kelas menengah. Survei dilakukan di 7 kota besar di Indonesia. [azz]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Dampak Corona
  3. Pekerjaan
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini