Sukseskan gerakan non-tunai, bayar ongkos bajaj bisa pakai uang elektronik

Kamis, 2 November 2017 11:56 Reporter : Idris Rusadi Putra
Sukseskan gerakan non-tunai, bayar ongkos bajaj bisa pakai uang elektronik Bajaj. ©2013 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Pemerintah Jokowi-JK tengah menggalakkan pembayaran non tunai sebagai upaya penerapan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). Penerapan non tunai ini sudah dilakukan di berbagai transportasi, termasuk Transjakarta dan pembayaran tol.

Perusahaan-perusahaan swasta-pun melirik bisnis non-tunai di transportasi, salah satunya adalah aplikasi dompet elektronik Paypro. Paypro mulai menggarap pembayaran non-tunai di sektor transportasi. Bidikannya, para penumpang bajaj di Jakarta kini bisa menggunakan uang elektronik dari Paypro untuk membayar ongkosnya.

"Kami telah menjalin kerja sama dengan beberapa koperasi bajaj dengan total kurang lebih 800 bajaj dalam hal pembayaran dengan menggunakan aplikasi PayPro," ujar Chief Marketing Officer PayPro, Heidi Bokau dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (2/11).

Heidi menambahkan, pembayaran dengan menggunakan aplikasi PayPro ditargetkan akan bisa mulai digunakan pada akhir November, dan setiap Bajaj akan dilengkapi dengan QR Code agar para penumpangnya bisa melakukan pembayaran dengan PayPro.

Menurutnya, PayPro memilih kerja sama dengan bajaj dikarenakan saat ini penggunanya cukup banyak dan merupakan sarana yang tepat untuk mengedukasi masyarakat mengenai transaksi non-tunai. Diharapkan ke depannya masyarakat Indonesia mulai bisa beralih dari transaksi tunai menjadi non-tunai.

"Ini merupakan salah satu dukungan kami terhadap Gerakan Nasional Non Tunai yang dicanangkan oleh Bank Indonesia pada 2014 lalu serta bentuk dukungan kami terhadap industri UMKM. Kami juga menargetkan agar ke depannya PayPro bisa digunakan untuk pembayaran angkutan umum lainnya," katanya.

Ketua Organda DKI Jakarta, Shafruan Sinungan mengatakan, penerapan non-tunai di angkutan umum termasuk bajaj sangat positif untuk masyarakat. Sebab, masyarakat akan mulai terbiasa dengan menggunakan uang elektronik di angkutan umum.

"Kemajuan teknologi harus disikapi dan masyarakat harus biasa pakai uang elektronik seperti tol. Ini langkah bagus bisa dilakukan di bajaj. Ini suatu langkah positif yang harus dilakukan," kata Shafruan.

Sementara itu, Direktur Program Elektronifikasi Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI, Pungky Purnomo Wibowo menambahkan, Bank Indonesia mendukung siapa saja yang ingin terjun di bisnis uang elektronik. Asalkan, penerapannya berguna untuk masyarakat.

"Kenapa tidak, sepanjang berizin resmi dan masyarakat aman, nyaman serta handal menggunakan uang elektronik, ya monggo," tambah Pungky. [idr]

Topik berita Terkait:
  1. E Money
  2. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini