Sudah Bercerai Lama, Miliuner Ini Ditodong Rp3,9 Triliun oleh Mantan Istrinya

Sabtu, 1 Agustus 2020 08:00 Reporter : Merdeka
Sudah Bercerai Lama, Miliuner Ini Ditodong Rp3,9 Triliun oleh Mantan Istrinya Ilustrasi orang kaya. ©2019 Merdeka.com/Pexels

Merdeka.com - Masalah perceraian kerap menghantui sebuah pasangan hingga bertahun-tahun ke depan. Perceraian bahkan tak memandang status sosial, orang miskin maupun kaya berpotensi mengalami perceraian.

Seperti dialami miliuner filantropis, Sir Chris Hohn, yang ditagih untuk membayar USD 270 miliar (Rp3,926 triliun, kurs Rp 14.542 per USD) kepada badan amal milik mantan istrinya.

Pengadilan tertinggi Inggris memerintahkan agar badan amal untuk dana investasi anak yang dibawahi Hohn harus menyerahkan uang tersebut kepada badan amal milik istrinya, Big Win Philanthropy.

Perselisihan seputar dana amal ini ternyata sudah muncul sejak kedua pasangan resmi bercerai pada 2014 silam.

Hohn yang mengelola Children's Investment Fund Foundation (CIFF) ditodong uang USD 337 juta (Rp4,9 triliun) oleh mantan istrinya Jamie Cooper. Jumlah tersebut merupakan salah satu nilai uang untuk penyelesaian perceraian terbesar yang pernah ada.

Adapun CIFF yang didirikan Hohn beserta pasangannya di 2002 merupakan salah satu badan amal terbesar dunia, dengan aset sekitar USD 4 miliar. Lembaga amal itu dibuat untuk membantu anak-anak yang kesulitan di negara berkembang.

Perceraian itu membuat kedua pasangan kesulitan untuk mengelola badan amal yang dimiliki bersama.

1 dari 1 halaman

Kesepatakan

Pasangan tersebut akhirnya sepakat dana USD 270 miliar atau Rp3,9 triliun akan ditransfer kepada badan amal baru milik Cooper, sebagai imbalan atas pengunduran dirinya di CIFF.

Kesepakatan itu mewajibkan persetujuan dari jajaran direksi CIFF yang hanya diisi tiga anggota, yakni Hohn, Cooper dan Marko Lehtimaki, salah seorang teman Hohn.

Hohn dan Cooper mengundurkan diri dari keputusan itu, dan menyerahkannya kepada Lehtimaki. Pengadilan tertinggi pada Rabu menguatkan putusan sebelumnya bahwa Lehtimaki harus memilih dan mendukung kesepakatan transfer.

"Saya sangat bersyukur dengan keputusan Mahkamah Agung. Ini akan memungkinkan Big Win Philanthropy untuk secara signifikan memperluas dukungannya kepada para pemimpin Afrika. Mereka mau meningkatkan kehidupan para anak-anak dan remaja di sana," kata Cooper, seperti dikutip The Guardian.

Sementara kuasa hukumnya yakni Matthew Dontzin menggambarkan keputusan tersebut sebagai kemenangan besar. "Ini merupakan kemenangan yang pantas dan telah lama ditunggu Cooper. Dia telah mendedikasikan hidupnya untuk membantu anak-anak kurang mampu di negara berkembang, dan berencana menggunakan uang tersebut untuk melanjutkan misi pentingnya.

Di sisi lain, CIFF mengatakan putusan pengadilan tidak berdampak signifikan terhadap pekerjaan lembaga. CIFF menyatakan akan terus meningkatkan kehidupan anak-anak di seluruh dunia.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

[idr]
Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Orang Kaya
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini