Subsidi Silang, Skema Pemerintah Turunkan Tarif Tol Trans Jawa

Selasa, 12 Februari 2019 15:11 Reporter : Merdeka
Subsidi Silang, Skema Pemerintah Turunkan Tarif Tol Trans Jawa Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. ©Liputan6.com/Maulandy Rizki Bayu Kencana

Merdeka.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, menyatakan subsidi silang antara pemerintah dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) menjadi salah satu opsi yang bisa diterapkan dalam upaya penurunan tarif tol Trans Jawa. Dia mengatakan, perbedaan tarif antar ruas Tol Trans Jawa masih amat mencolok.

"Misalnya, Jakarta-Cikampek berapa per km? Itu Rp 200 per km. Coba deh begitu masuk ke ruas tol yang baru, tarifnya jadi Rp 1.000 per km. Jomplang kan," sebut dia di Jakarta, Selasa (12/2).

Dia menjelaskan, perbedaan harga antar ruas tol itu disebabkan oleh masa pembangunan berbeda. Jalan tol lawas seperti Tol Jagorawi dan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) pengenaan tarifnya lebih rendah dibanding Tol Batang-Semarang yang baru rampung konstruksinya.

"Kalau dibandingkannya dengan tahun investasi yang sama, kita lebih murah. Misalnya Rp 110 per km untuk Tol Jagorawi dan Tol Jakarta-Cikampek yang berkisar Rp 200 per km," sebutnya.

"Tapi kalau dibandingkan dengan Tol Batang Semarang yang Rp 1.500 per km ya dia lebih mahal. Jadi tergantung melihatnya, bagaimana memanfaatkan datanya," dia menambahkan.

Oleh karenanya, Menteri Basuki menyimpulkan, subsidi silang jadi salah satu opsi yang bisa dikedepankan untuk memangkas harga tarif Tol Trans Jawa. "Ya, itu salah satu opsi, tapi bagaimana nanti reaksi masyarakat. Kami harus lihat reaksi masyarakat juga," pungkas dia.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com [bim]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini