Subsidi energi membengkak, pemerintah pastikan tak ditutup dari utang

Kamis, 8 Maret 2018 13:52 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Subsidi energi membengkak, pemerintah pastikan tak ditutup dari utang Menko Darmin Nasution dan Mendag Enggartiato Lukita. ©2018 foto: humas menko perekonomian

Merdeka.com - Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, mengatakan pemerintah berencana menambah anggaran subsidi energi. Kenaikan tersebut dipicu oleh naiknya harga minyak dunia.

"Memang kalau harga crude oil naik, ya pasti biayanya naik," ungkapnya di sela-sela acara ' Jakarta Food Security Summit 4', di JCC, Jakarta, Kamis (8/3).

"Pemerintah bisa saja diam, tapi bisa collapse dia kalau tidak dinaikkan subsidinya. Jadi naikkan subsidi sebagai konsekuensi dari naiknya harga crude oil itu kan," lanjut dia.

Mantan gubernur Bank Indonesia ini memastikan bahwa kenaikan subsidi energi tersebut tidak serta merta menaikkan utang. Sebab, tambahan kebutuhan anggaran yang disebabkan oleh naiknya subsidi energi akan ditutup dari kenaikan penerimaan Indonesia dari penjualan minyak mentah.

"Bukan. Penerimaan kita juga naik. Kita juga kan jualan crude oil, kita penerimaannya naik. Subsidi naik, dengan dana apa, penerimaan. Kita itu masih surplus," tegas dia.

Sebelumnya, Analis Moody's Anushka Shah mengatakan rencana pemerintah menaikkan subsidi energi merupakan suatu kemunduran reformasi. "Keputusan pada harga Solar tak memberikan efek langsung pada fiskal. Namun, penahanan kenaikan tarif listrik dapat mempengaruhi neraca keuangan," ujarnya.

Seperti diketahui, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, mengatakan pemerintah berencana menambah besaran dana subsidi listrik sekitar Rp 5 triliun. Namun, dia menegaskan subsidi ini untuk keperluan penambahan pelanggan baru di daerah yang belum terlistriki dan kurang mampu.

Mantan menteri perhubungan ini menegaskan pemerintah tidak akan menambah subsidi yang disebabkan oleh naiknya harga batu bara. "Tidak akan menambah subsidi karena harga batu bara naik karena diatur harga batu bara. Pengaturan harga batu bara untuk kelistrikan yang dapat mempertahankan tarif listrik harga saat ini sampai akhir 2019 dan tidak akan buat PLN sampai merugi yang luar biasa," kata dia.

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini