Studi: Anak lelaki miskin lebih berpotensi menganggur

Rabu, 13 April 2016 07:57 Reporter : Moch Wahyudi
Studi: Anak lelaki miskin lebih berpotensi menganggur Ilustrasi mencari pekerjaan. ©2012 Shutterstock/r.nagy

Merdeka.com - anak lelaki yang terlahir dalam keluarga miskin dinilai lebih berpotensi menjadi pengangguran dan terlibat kejahatan ketimbang anak perempuan. Itu didasarkan pada studi The National Bureau of Economic Research, Januari lalu.

Seperti diberitakan Wall Street Journal, kemarin, riset yang dipimpin Ekonom Stanford Raj Chetty dan Ekonom Harvard Nathaniel Hendren itu menunjukkan bahwa anak lelaki yang berada di kuintil atau kelompok terbawah distribusi pendapatan sedikit yang bekerja ketimbang perempuan. Terutama, jika anak lelaki itu dibesarkan oleh orang tua tunggal.

Riset dilakukan berdasarkan pemeriksaan terhadap catatan pajak sekitar 10 juta warga AS kelahiran 1980 hingga 1982.

Temuan ini terbilang mengejutkan lantaran kontradiksi dengan premis berkembang sejak lama bahwa wanita adalah pihak yang tak diuntungkan dalam hal pekerjaan. Berdasarkan data Departemen Tenaga kerja AS, secara umum, memerlihatkan bahwa jumlah wanita bekerja kalah ketimbang pria.

Kontribusi wanita usia di atas 20 tahun dalam angkatan kerja hanya sebesar 58,2 pada Desember lalu. Kalah ketimbang pria yang mencapai 71.5.

Lebih jauh disebutkan, pendapatan yang diperoleh wanita yang bekerja penuh waktu hanya setara 79 persen pemasukan pria. [yud]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini