Bisnis Penyalur SPG Cantik 2

Strategi raup Rupiah para penjaja SPG cantik

Jumat, 21 Agustus 2015 07:00 Reporter : Angga Yudha Pratomo
Strategi raup Rupiah para penjaja SPG cantik Model GIIAS 2015. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Menjadi agen sales promotion girl (SPG) kudu mempunyai jaringan lebar dan kuat. Jenis bisnis ini memang tidak selamanya panen besar, perlu momen tertentu agar dapat meraup pundi-pundi.

Secara keuntungan, menjadi agen jenis ini sebenarnya tidak begitu besar. Pendapatan menjadi agen hanya dari potongan bayaran para 'anak asuhnya'.

Salah seorang agen SPG, Fanny Nugraha mengungkapkan, penentuan harga bagi sewa perempuan cantik dan seksi ini mengikuti pasar. Namun rata-rata para SPG ini dibayar Rp 300.000 hingga Rp 750.000 per enam hingga delapan jam atau satu shift.

"Kalau dibayar Rp Rp 350.000, anak-anak itu dapat Rp 300.000. Dipotong untuk agency," kata Fanny kepada merdeka.com, Selasa lalu. Dari situ sebagai agen hanya mendapat sebagian kecil dari jatah para SPG.

Selama lima tahun menjalani bisnis agen SPG, dia mengaku sudah mempunyai lebih kurang 1.500 perempuan manis di kontak ponselnya. Mereka rata-rata menjadi pekerja lepas alias freelance. Meski banyak punya stok SPG, namun tidak mudah untuk membuat klien berminat.

Sebagai seorang agen, dirinya menegaskan harus pintar-pintar memilih perempuan. Sehingga nantinya para SPG itu dapat dibagi ke dalam dua kelas. Kelas A, bagi perempuan yang standar tinggi harganya pun juga lebih mahal.

"Biasanya untuk produk rokok yang sudah terkenal, seperti Marlboro atau pameran gadget," ungkapnya. Tidak hanya jadi SPG, perempuan kelas A ini juga kerap disewa menjadi usher atau penerima tamu dalam sebuah acara.

Sedangkan kelas B, lanjut Fanny, tentunya kualitas kecantikannya standar. Pada kategori ini, biasanya hanya bertugas sebagai penjaga produk-produk makanan atau rokok yang biasa.

Tentunya, perbedaan kelas ini juga mempengaruhi harga yang ditawarkan. "Yang paling laku biasanya yang standar atau harga Rp 350.000, dengan tipe igo (Indonesian girls only) manis. Keturuanan China juga banyak yang minat," jelas pria berusia 30 tahun ini.

Seorang SPG di ajang otomotif tahunan Indonesia Internasional Motor Show (IIMS) 2015, Bella (25), mengaku memang banyak rekan seprofesinya dipotong pembayarannya oleh agen. Ini memang hal lumrah dalam kerja sebagai perempuan penjaja produk ini.

Beruntung dalam acara tersebut, pembayarannya tidak dipotong agen. Sebab dia langsung diajak pihak perusahaan otomotif untuk mejeng di tempat pamerannya. "Untungnya saya tidak dipotong," ungkap Bella.

Berbeda dengan Inayah (24), dia kudu kerja keras dan mencapai target penjualan sebagai SPG rokok. Untuk setiap pencapaian target selama satu shif kerja, dia bakal dibayar full atau sekitar Rp 400.000.

"Maunya sih jaga otomotif, tapi kan nggak kenal agency-nya, dapat jadi SPG roko juga sudah bersyukur," terang dia. [bim]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini