Strategi PU-Pera genjot daya saing infrastruktur RI capai peringkat ke-40

Selasa, 22 Agustus 2017 12:10 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Strategi PU-Pera genjot daya saing infrastruktur RI capai peringkat ke-40 Simpang susun Semanggi. ©2017 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Pemerintah Jokowi-JK terus menggenjot daya saing infrastruktur Indonesia, guna memperbaiki daya saing dan perekonomian bangsa. Mengingat, infrastruktur dalam negeri masih tertinggal dengan negara-negara lain sehingga harus lebih ditingkatkan.

Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Yusid Toyib menargetkan daya saing infrastruktur Indonesia bisa meningkat mencapai peringkat ke-40. Tentunya, ada banyak hal yang harus dilakukan untuk mencapai target tersebut.

"Kami mendorong keterlibatan seluruh pemangku kepentingan sektor konstruksi untuk merumuskan kebijakan yang terstruktur dan sistematis dalam rangka meningkatkan daya saing infrastruktur," ungkapnya dalam Forum Nasional Daya saing Infrastruktur, di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Selasa (22/8).

Untuk itu, dia meminta agar seluruh pihak terkait, seperti badan usaha jasa konstruksi, perusahaan teknologi dan rantai pasok energi, asosiasi badan usaha, asosiasi profesi, akademisi dan investor ikut terlibat dalam pembangunan infrastruktur dalam negeri.

"(Ini bertujuan) untuk daya saing infrastruktur yang lebih SMART (simple, measurable, attainable, reasonable dan timebond)," jelas Yusid.

Data The Global Competitiveness Report 2016-2017 yang dikeluarkan oleh World Economic Forum menunjukkan daya saing infrastruktur Indonesia berada di peringkat 60, naik dua peringkat dari data tahun 2015-2016, namun masih tertinggal di bawah Singapura, Malaysia, dan Thailand. [idr]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini